MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Warga Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur karena hingga delapan hari pascagempa bumi belum ada kunjungan maupun perhatian langsung dari pemerintah daerah ke wilayah mereka.
Salah satu warga Golo Lijun, Saimin Syadang Sawal, sejak bencana gempa bumi mengguncang wilayah Flores, masyarakat Desa Golo Lijun masih menghadapi berbagai keterbatasan dan membutuhkan bantuan. Namun, hingga kini mereka mengaku belum melihat kehadiran Pemkab Manggarai Timur di desa tersebut.
Kondisi itu membuat warga merasa seolah-olah Desa Golo Lijun tidak masuk dalam prioritas penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur.
“Kami masyarakat Golo Lijun merasa kecewa dengan Pemda Matim yang sudah delapan hari tidak pernah muncul di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Manggarai Timur,” ujarnya
Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya hadir untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga pascabencana dapat terpenuhi.
Saimin juga mempertanyakan perhatian Pemkab Manggarai Timur terhadap Desa Golo Lijun. Pasalnya, sampai saat ini belum ada tanggapan yang mereka terima terkait kondisi masyarakat di wilayah tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada tanggapan dari Pemkab Manggarai Timur terhadap masyarakat Golo Lijun,” katanya.
Dalam kondisi tersebut, warga mengaku masih mengandalkan bantuan dari masyarakat maupun orang-orang yang secara sukarela memberikan bantuan kemanusiaan.
“Kami masih bisa minta bantuan di orang baik untuk bantu kami. Kami menganggap Golo Lijun ini sudah tidak bagian dari Manggarai Timur,” ungkapnya.
Atas nama masyarakat Desa Golo Lijun juga Kecewa atas pasifnya respon Pemda Matim pascagempa yang terjadi.






































