DAERAH

Update Operasi SAR Gempa Flores: 73 Orang Meninggal, 931 Luka-luka

×

Update Operasi SAR Gempa Flores: 73 Orang Meninggal, 931 Luka-luka

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI, AntarNews.net- Tim SAR Gabungan terus melaksanakan operasi pencarian, pertolongan, evakuasi medis, serta distribusi dukungan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 18.30 WITA, Tim SAR Gabungan kembali melakukan evakuasi medis terhadap seorang korban bernama Adelina Ndimas Alamat, warga Desa Golowontong, Kampung Liang Dalo, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Adelina mengalami fraktur pada bagian kepala dan sebelumnya mendapat penanganan di Posko Medis Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan helikopter Dauphin Basarnas AS N3+ HR-3604 dari Posko Medis Damer menuju RSUD Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Selain evakuasi medis, Tim SAR Gabungan di Manggarai Timur juga melakukan penyisiran di sejumlah bangunan runtuh di sekitar Kampung Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Dari hasil penyisiran tersebut, petugas tidak menemukan korban di lokasi bangunan runtuh.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan di Kabupaten Manggarai melakukan penyisiran di sekitar Kecamatan Reo. Hasilnya, tidak ditemukan korban maupun permintaan evakuasi medis.

Penyisiran dan koordinasi dengan masyarakat juga dilakukan Tim SAR Gabungan di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Hingga laporan diterima, tidak ditemukan korban maupun permintaan medical evacuation (medevac).

Hal serupa dilakukan Tim SAR Gabungan di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Petugas masih melakukan penyisiran ke sejumlah wilayah pedesaan dengan hasil sementara nihil korban maupun permintaan medevac.

Di sisi lain, helikopter Dauphin Basarnas bertolak dari Bandara Komodo Labuan Bajo menuju Kecamatan Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Pergerakan tersebut dilakukan untuk menggeser lima tenaga kesehatan (nakes) beserta logistik kesehatan dari Tim Kementerian Kesehatan.

Data Sementara Korban Gempa

Berdasarkan pendataan sementara unsur SAR per 19 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA, jumlah korban terdampak gempa bumi di sejumlah kabupaten di Flores tercatat mencapai 1.004 orang.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 24 orang meninggal dunia (MD), 198 orang luka berat, dan 421 orang luka ringan.

Kabupaten Sikka tercatat lima orang meninggal dunia, 18 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan.

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Barat mencatat dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan empat orang luka ringan.

Untuk wilayah Manggarai, khususnya Reo/Reok, tercatat 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.

Kabupaten Nagekeo mencatat 11 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat, dan sembilan orang luka ringan.

Sementara itu, Kabupaten Ngada tercatat dua orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 19 orang luka ringan.

Adapun di Kabupaten Ende tercatat dua orang meninggal dunia, lima orang luka berat, dan 67 orang luka ringan.

Dengan demikian, rekapitulasi sementara korban gempa Flores mencapai 73 orang meninggal dunia dan 931 orang mengalami luka-luka/luka berat, dengan total keseluruhan korban mencapai 1.004 orang.

Data tersebut masih bersifat sementara dan masih dalam proses verifikasi serta konsolidasi oleh unsur SAR dan pihak terkait di lapangan.

Tim SAR Gabungan hingga saat ini masih terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan, penyisiran wilayah terdampak, evakuasi medis, serta dukungan terhadap penanganan korban gempa di sejumlah wilayah Flores.

<