MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Di tengah situasi tanggap darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026), masih ada warga di pelosok Manggarai Timur yang harus bertahan dengan keterbatasan dan belum merasakan langsung bantuan logistik.
Kondisi tersebut dirasakan warga Kampung Mengge, Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Hingga kini, warga di kampung tersebut mengaku belum menerima bantuan logistik pascagempa. Persediaan makanan, minuman, dan obat-obatan yang sebelumnya mereka siapkan secara mandiri mulai menipis.
“Kami belum pernah menerima bantuan, sementara makanan, minuman dan obat-obatan sudah kami siapkan sendiri mulai menipis. Kunjungan relawan juga belum ada satu pun yang datang ke kampung kami,” kata Amir kepada media ini, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Amir, warga memahami bahwa bencana gempa tidak hanya berdampak pada Kampung Mengge. Banyak wilayah lain juga mengalami kondisi serupa sehingga membutuhkan penanganan dan bantuan.
Karena itu, ia memilih tidak menyalahkan pihak tertentu. Namun, warga berharap pemerintah, relawan, organisasi kemanusiaan, maupun pihak lain dapat memberikan perhatian kepada mereka.
“Kami menyadari bukan hanya kami yang berada di situasi terpuruk seperti ini. Namun, kami benar-benar membutuhkan pertolongan dari semua pihak untuk membantu masyarakat di sini,” ujarnya.
Kondisi warga semakin memprihatinkan karena sekitar 30 anak di Kampung Mengge dilaporkan mengalami sakit setelah gempa.
Selain persoalan kesehatan, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan milik warga dan fasilitas umum.
Amir menyebut sedikitnya 12 rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, satu gedung perpustakaan sekolah dan sebuah rumah ibadah juga terdampak.
Keterbatasan akses membuat kondisi tersebut semakin sulit. Warga harus bertahan dengan sumber daya yang mereka miliki sambil menunggu bantuan dari luar kampung.
Harapannya semoga masih ada orang baik yang ingin menolong dan membantu kami masyarakat disini.
Kampung Mengge merupakan salah satu kampung di Manggarai Timur yang kurang lebih 7 Km jarak dari jalan raya dan akses masuknya kendaraan tidak ada.
Selain akses transportasi, warga juga menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Kampung Mengge belum mendapatkan penerangan listrik dan jaringan komunikasi atau sinyal telepon juga sulit dijangkau.






































