MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Kondisi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih memprihatinkan. Memasuki hari keempat pascagempa, warga di sejumlah wilayah masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian darurat.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) menyebabkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan bangunan serta memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka karena khawatir terhadap gempa susulan.
Lamba Leda Utara menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Berdasarkan perkembangan data penanganan bencana, korban jiwa akibat gempa di Manggarai Timur mencapai belasan orang, sementara ratusan warga lainnya mengalami luka berat maupun ringan.
Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, mengatakan bahwa, korban data sementara di Lamba Leda Utara korban meninggal dunia 14 orang.
“12 orangnya asli Lamba Leda Utara. Sementara 1 orang dari Lamba Leda dan 1 orang lainnya dari Manggarai yang meninggalnya di sini,” katanya.
“Data korban luka-luka berjumlah 128 orang dan jumlah pengungsi di Desa Satar Padut dan Satar kampas berjumlah 5974,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, untuk data sementara kerusakan rumah di Lamba Leda Utara yang paling banyak ada di dua Desa, Desa Satar Padut dan Satar Kampas. Sedangkan yang lainnya di Desa Satar Punda dan Haju Wangi.
Karena jumlah pengungsi sangat banyak, maka dibangun dua Posko yaitu di Damer sebagai Posko utama, dan satu Posko lagi dibangun di Satar Kampas.
Masyarakat korban gempa juga membangun posko mandiri yang tersebar di beberapa desa di wilayah Lamba Leda Utara.
“Untuk saat ini, masyarakat Lamba Leda Utara masih banyak butuh bantuan logistik,” ucapnya.
Pendataan kerusakan masih terus dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait. Data tersebut diperlukan sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan darurat, bantuan logistik serta rehabilitasi dan pembangunan kembali fasilitas yang rusak.
Di tengah situasi darurat, kebutuhan warga pengungsi terus meningkat. Bantuan berupa sembako, air bersih, obat-obatan, perlengkapan tidur, tenda dan kebutuhan dasar lainnya menjadi prioritas.






































