DAERAH

Enam Pasien Korban Gempa Flores Jalani Operasi Patah Tulang di RS Lapangan Ruteng

×

Enam Pasien Korban Gempa Flores Jalani Operasi Patah Tulang di RS Lapangan Ruteng

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI, AntarNews.net – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan melalui Rumah Sakit (RS) Lapangan yang didirikan di Stadion Golo Dukal, Kelurahan Bangka Leda.

RS Lapangan Ruteng menjadi salah satu upaya Kemenkes untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan setelah gempa berdampak pada fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Selain menyediakan pelayanan kesehatan dasar dan penanganan kegawatdaruratan, fasilitas ini juga dilengkapi ruang operasi untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan bedah.

Koordinator Emergency Medical Team (EMT) Kemenkes, dr. Franky Moudy Rumondor, pembangunan RS Lapangan merupakan bagian dari respons Kemenkes terhadap dampak gempa yang menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Flores mengalami kerusakan dan tidak dapat memberikan pelayanan secara optimal.

Sejak mulai beroperasi RS Lapangan, berdasarkan data terbaru hingga 21 Agustus 2026, sebanyak enam pasien telah mendapatkan pelayanan Kesehatan melalui tindakan operasi.

“Hari pertama pascagempa kami sudah melakukan operasi fraktur (patah tulang) usia pasien 11 tahun pada tanggal 19 Agustus 2026. Dan hari kedua hingga saat ini (21 Agustus) total pasien dewasa dan anak yang telah menjalani operasi patah tulang berjumlah 6 pasien”, jelas Franky, kepada ANTARNEWS, pada Jumat 21 Agustus 2026.

RS Lapangan Ruteng juga, sebut Franky, telah membuka layanan Poliklinik untuk melayani sakit asam urat, serta penyakit batuk pilek serta sejumlah penyakit lainnya untuk dilakukan tindakan medis.

Franky menyebut, menjadi kendala RS Lapangan ini, jaraknya cukup jauh dari pusat kota serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

“Memang butuh sosialisasi keberadaan RS Lapangan ini karena RS ini tidak hanya melayani operasi patah tulang saja namun melayani juga kebutuhan pemeriksaan Kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Franky menegaskan bahwa Seluruh tindakan medis kegawatdaruratan, pemeriksaan awal, hingga operasi darurat pada pelayanan Kesehatan di RS Lapangan ini dilakukan secara gratis tanpa memungut biaya dari pasien.

“Masyarakat jangan beranggapan bahwa pelayanan di RS Lapangan ini dipungut biaya, semua pelayanan pada situasi tanggap darurat itu pasti secara gratis dari pemerintah,” ucapnya.

Kemenkes melalui Tim EMT sebutnya, akan terus memberikan pelayanan kesehatan di RS Lapangan Ruteng sesuai kebutuhan, termasuk pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan, serta tindakan operasi. Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa tetap berjalan.

Selain dukungan fasilitas, Kemenkes juga memobilisasi tenaga kesehatan untuk memperkuat respons pascabencana, termasuk dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis bedah, dokter umum, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya.

<