MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Seorang relawan dari Gerak Bareng Mandiri, Ahmad Zaki (41), meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat saat menjalankan tugas distribusi logistik di wilayah terdampak gempa bumi Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026, di wilayah Kampung Sonot, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara. Korban kemudian dibawa ke Posko Induk Damer untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan laporan kejadian, Ahmad Zaki saat itu mengemudikan mobil bersama tiga rekannya sesama relawan. Sekitar pukul 16.00 WITA, rombongan sedang mengantar logistik ke sejumlah wilayah di sekitar Dampek.
Saat tiba di Kampung Sonot, kendaraan yang dikemudikan korban tiba-tiba berhenti dan melintang di jalan utama. Rekan korban yang berada di dalam kendaraan kemudian menepuk bahu korban dan berusaha membangunkannya.
Namun, korban tidak memberikan respons. Rekan-rekannya yang berada di dalam kendaraan kemudian panik dan berupaya meminta pertolongan.
Sekitar pukul 16.25 WITA, korban dijemput oleh tim kesehatan dari Kampung Sonot dan dibawa ke Posko Induk Damer. Setibanya di posko, korban langsung mendapatkan pertolongan medis dari tim kesehatan dan ditangani oleh dokter, termasuk tindakan CPR (cardiopulmonary resuscitation).
Upaya pertolongan dilakukan selama sekitar 30 menit. Namun, korban tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda kesadaran.
Pada pukul 16.40 WITA, dokter menyatakan Ahmad Zaki telah meninggal dunia.
Sekitar pukul 17.00 WITA, jenazah korban kemudian dievakuasi menuju Reo untuk selanjutnya dipulangkan ke pihak keluarga di Jakarta.
Ahmad Zaki diketahui merupakan warga Jakarta Barat. Ia lahir di Jakarta pada 21 November 1984, berjenis kelamin laki-laki, telah menikah, bekerja sebagai wiraswasta, dan berkewarganegaraan Indonesia.
Dari pemeriksaan dan keterangan pihak medis, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Petugas juga menemukan obat jantung berupa ISDN dan bisoprolol di dalam tas korban yang disebut biasa dikonsumsi oleh korban.
Meski demikian, berdasarkan laporan medis di lapangan, korban dinyatakan meninggal setelah mengalami kondisi yang diduga berkaitan dengan serangan jantung.
Kepergian Ahmad Zaki terjadi saat dirinya tengah menjalankan misi kemanusiaan membantu menyalurkan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Dedikasinya sebagai relawan menjadi bagian dari upaya kemanusiaan berbagai pihak dalam membantu masyarakat yang masih membutuhkan bantuan di tengah masa tanggap darurat pascagempa.






































