MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat sorotan.
Sejumlah warga mempertanyakan fokus penyaluran bantuan dan kunjungan pejabat yang dinilai lebih banyak terpusat di Posko Ronting, Desa Satar Kampas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah kebutuhan warga terdampak yang masih tinggi. Sejumlah titik pengungsian di wilayah Lamba Leda Utara masih membutuhkan bantuan berupa bahan pangan, air minum, obat-obatan, perlengkapan tidur, terpal, serta kebutuhan dasar lainnya.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Posko Ronting menjadi salah satu lokasi yang cukup sering mendapat kunjungan maupun distribusi bantuan. Sementara itu, warga di sejumlah lokasi pengungsian lainnya berharap perhatian dan distribusi bantuan dapat dilakukan secara lebih merata.
Sorotan juga muncul terkait dugaan adanya pihak tertentu yang memiliki akses atau pengaruh sehingga bantuan dan kunjungan pejabat lebih terkonsentrasi di lokasi tersebut. Namun, dugaan adanya “bekingan aparat”.
Warga berharap seluruh bantuan yang masuk ke wilayah Lamba Leda Utara dapat disalurkan berdasarkan kebutuhan dan tingkat dampak bencana, bukan karena kedekatan, kepentingan tertentu, maupun pengaruh pihak tertentu.
“Yang kami harapkan bantuan itu merata. Jangan hanya di satu tempat, sementara masih banyak warga yang mengungsi dan membutuhkan bantuan di lokasi lain,” ujar seorang warga yang ditemui di wilayah terdampak.
Pascagempa, kebutuhan warga di sejumlah titik pengungsian masih mendesak. Kondisi tersebut membuat transparansi pendataan penerima dan mekanisme distribusi menjadi penting agar bantuan dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, maupun pihak swasta benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Masyarakat meminta pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana melakukan evaluasi terhadap distribusi bantuan. Posko-posko pengungsian di wilayah yang sulit dijangkau juga diharapkan mendapat perhatian yang sama.
Transparansi dalam penyaluran bantuan dinilai penting untuk mencegah munculnya kecemburuan sosial maupun dugaan keberpihakan di tengah situasi darurat pascabencana.
Pihak terkait juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai mekanisme pendataan, distribusi bantuan, serta alasan penentuan lokasi-lokasi yang menjadi prioritas penyaluran.
Hingga kini, proses penanganan pascagempa di Lamba Leda Utara masih berlangsung. Warga berharap seluruh bantuan dapat segera menjangkau setiap titik pengungsian secara adil, transparan, dan berdasarkan kebutuhan di lapangan.






































