LABUAN BAJO, AntarNews.net- Sebanyak 6.961 unit rumah di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu, 15/08/2026.
Kerusakan tersebut tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat. Di tengah proses pendataan dan penanganan dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus mempercepat distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak.
Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, Pemkab Mabar telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 53.480 kilogram atau sekitar 53,4 ton kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, terutama pangan, tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
6.961 Rumah Rusak di 12 Kecamatan
Berdasarkan data sementara, kerusakan rumah akibat gempa tersebar di seluruh wilayah terdampak.
Kecamatan Lembor menjadi salah satu wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak, yakni mencapai 1.019 unit. Selanjutnya Kecamatan Kuwus sebanyak 878 unit, Ndoso 724 unit, Welak 684 unit, Mbeliling 623 unit, Pacar 581 unit, Boleng 514 unit, Kuwus Barat 492 unit, Macang Pacar 472 unit, Komodo 450 unit, Sano Nggoang 386 unit, dan Lembor Selatan sebanyak 139 unit.
Data tersebut masih menjadi bagian dari proses pendataan dan verifikasi pemerintah untuk memastikan kondisi warga serta kerusakan bangunan di lapangan.
Pemkab Salurkan Puluhan Ton Beras
Selain melakukan pendataan, pemerintah daerah juga bergerak mendistribusikan bantuan pangan.
Beras telah disalurkan ke sejumlah kecamatan terdampak, di antaranya Lembor sebanyak 3 ton, Kuwus 3 ton, Ndoso 3 ton, Welak 3 ton, Mbeliling 2 ton, Pacar 3 ton, Boleng lebih dari 8 ton, Kuwus Barat 3 ton, Macang Pacar 3 ton, Komodo 4,5 ton, Sano Nggoang 3 ton, serta Lembor Selatan 3 ton.
Distribusi juga menyasar sejumlah wilayah lainnya. Bantuan dikirim ke Tanjung Boleng sebanyak lebih dari 1,5 ton, Boleng Darat 940 kilogram, Rangko 600 kilogram, Batu Tiga 750 kilogram, Pulau Medang 750 kilogram, Pontianak lebih dari 2 ton, Pulau Longos lebih dari 2 ton, serta Kampung Pasir Panjang sebanyak 750 kilogram.
Pemerintah memastikan distribusi bantuan terus dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Berkantor di BPBD
Untuk mempercepat penanganan bencana, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi memilih berkantor di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Bupati Edistasius bersama Wakil Bupati Julianus Weng, Sekretaris Daerah Frasiskus Sales Sodo dan Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin berada di BPBD untuk memantau langsung perkembangan penanganan pascagempa.
Pada Jumat, 21 Agustus 2026, Bupati Edistasius bahkan terlihat mendampingi petugas yang melakukan pendataan korban dan kerusakan di salah satu ruangan Kantor BPBD.
Di tengah aktivitas tersebut, Bupati tampak aktif berkoordinasi melalui telepon seluler dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia juga sempat mengambil alih proses penyusunan data warga terdampak gempa.
Langkah tersebut dilakukan agar data mengenai jumlah korban dan kerusakan dapat segera dihimpun sebagai dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Kita berupaya untuk bekerja maksimal agar proses penanganan pascagempa bisa berlangsung secara baik,” kata Edistasius.
Penanganan pascagempa kini menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Selain memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, pemerintah juga masih melakukan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas lainnya untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.
Dengan jumlah rumah rusak mencapai 6.961 unit, kebutuhan bantuan dan pemulihan diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu yang tidak singkat.
Pemkab Manggarai Barat pun terus mengoordinasikan distribusi bantuan serta pendataan di lapangan agar masyarakat terdampak gempa dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.






































