DAERAH

Basarnas Evakuasi Lansia Korban Gempa Manggarai Timur Menggunakan Helikopter Dauphin

×

Basarnas Evakuasi Lansia Korban Gempa Manggarai Timur Menggunakan Helikopter Dauphin

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Tim SAR Gabungan terus mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores. Pada hari kelima operasi SAR, evakuasi medis kembali dilakukan terhadap korban yang membutuhkan penanganan segera.

Pada pukul 11.15 WITA, Helikopter Dauphin Basarnas tiba di wilayah Manggarai Timur dan langsung melakukan evakuasi terhadap seorang lansia, Adelina Ndimias, perempuan berusia 77 tahun.

Berdasarkan keterangan Tim Medis Kementerian Kesehatan, Adelina diduga mengalami fraktur basis cranii atau patah tulang dasar tengkorak. Kondisi tersebut membuat korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan rujukan.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan korban diterbangkan menggunakan Helikopter Dauphin menuju RSUD Pratama Komodo di Labuan Bajo.

“Korban dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas dengan waktu tempuh sekitar 30 menit menuju RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo. Dalam proses evakuasi, korban didampingi satu orang keluarga,” terang Yudhi.

Evakuasi melalui jalur udara menjadi salah satu langkah yang dilakukan Tim SAR Gabungan untuk mempercepat akses korban dengan kondisi serius menuju fasilitas kesehatan.

Sebelumnya, Helikopter Dauphin juga telah digunakan untuk mengevakuasi sejumlah korban luka berat dari Manggarai Timur ke Labuan Bajo.

Yudhi menegaskan, Tim SAR Gabungan terus memberikan dukungan terhadap penanganan korban terdampak bencana, termasuk membantu proses evakuasi medis bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Tim SAR Gabungan senantiasa terus melaksanakan evakuasi medis untuk membantu Tim Kemenkes, sembari melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya korban di area bangunan runtuh di Manggarai Timur serta kabupaten terdampak lainnya,” tandasnya.

Selain evakuasi medis, operasi SAR masih difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban yang kemungkinan masih berada di area bangunan terdampak. Personel dan sarana pendukung juga terus diperkuat untuk mempercepat respons di wilayah yang mengalami dampak gempa paling parah.

Basarnas memastikan Tim SAR Gabungan bersama seluruh unsur dan potensi SAR tetap bersiaga untuk merespons laporan masyarakat, terutama terhadap korban yang membutuhkan pertolongan dan evakuasi medis darurat.

Penggunaan Helikopter Dauphin di wilayah terdampak menjadi bagian penting dari upaya mempercepat proses penyelamatan, khususnya ketika kondisi medan dan akses darat menyulitkan proses pemindahan korban menuju rumah sakit rujukan.

<