MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Potensi SAR turun langsung dalam proses evakuasi tiga korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketiga korban membutuhkan penanganan medis segera setelah mengalami patah tulang (fraktur) dan dislokasi akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15/08/2026.
Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Helikopter dikerahkan setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi mengenai kondisi ketiga korban yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, Tim SAR Gabungan bergerak cepat setelah menerima laporan kondisi para korban.
“Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Ketiganya mengalami fraktur dan dislokasi tulang,” ujar Mohammad Syafii.
Menurutnya, helikopter Dauphin Basarnas tiba di Posko Utama Satar Kampas pada pukul 10.28 WITA. Ketiga korban kemudian langsung dievakuasi menuju Labuan Bajo.
“Helikopter mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA,” katanya.
Setibanya di Bandara Komodo, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan dokter dan tim medis.
Mohammad Syafii menegaskan, Tim SAR Gabungan akan terus bersiaga untuk memastikan korban terdampak gempa yang membutuhkan pertolongan dapat segera dievakuasi dan memperoleh layanan kesehatan.
“Kami berharap seluruh Tim SAR Gabungan terus bersiaga penuh dalam penanganan dan evakuasi korban, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis lanjutan pascagempa M 7,7 ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kehadiran Basarnas bersama Potensi SAR di wilayah terdampak bencana.
“Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo,” lanjutnya.
Ketiga korban yang dievakuasi tersebut merupakan warga Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Evakuasi melalui jalur udara menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan korban gempa, terutama bagi warga yang mengalami cedera serius dan membutuhkan penanganan medis secara cepat.






































