DAERAH

Golo Lijun Butuh Perhatian: 1 Warga Meninggal, 10 Luka Korban Gempa Magnitudo 7,7 Lalu

×

Golo Lijun Butuh Perhatian: 1 Warga Meninggal, 10 Luka Korban Gempa Magnitudo 7,7 Lalu

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur masih berjuang pascagempa Flores magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026).

Sepekan setelah bencana, warga mengaku belum merasakan kehadiran pemerintah secara maksimal di wilayah mereka.

Berdasarkan data di lapangan, gempa menyebabkan 30 rumah rusak parah dan 70 rumah rusak ringan. Selain kerusakan bangunan, 1 warga dilaporkan meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka-luka.

Warga Butuh Perhatian

Warga Golo Lijun mempertanyakan perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terhadap desa mereka yang berada di wilayah terpencil.

Saimin Sadang Syawal, salah satu warga, mengaku kecewa karena penanganan yang diharapkan belum dirasakan.

“Kami berharap pemerintah datang melihat langsung kondisi masyarakat di Golo Lijun. Rumah warga banyak yang rusak, ada yang luka dan ada juga yang meninggal. Kami membutuhkan perhatian pemerintah,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Saimin, jarak dari pusat pemerintahan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan masyarakat terdampak bencana.

Warga Mengungsi, Butuh Tenda dan Air Bersih

Kerusakan rumah membuat sebagian warga tidak berani menempati rumahnya. Mereka memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal, tenda, makanan, dan air bersih. Warga juga meminta Pemkab Matim segera melakukan pendataan dan verifikasi rumah rusak agar bantuan bisa disalurkan sesuai tingkat kerusakan.

Selain bantuan material, pelayanan kesehatan bagi 10 korban luka dan pendampingan untuk keluarga korban meninggal juga sangat dibutuhkan.

“Bencana tidak mengenal jarak. Kami minta Pemkab memastikan seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian yang sama. Jangan hanya mengandalkan laporan posko, tapi turun langsung ke desa,” kata Saimin.

Bagi warga Golo Lijun, kehadiran pemerintah bukan hanya soal bantuan. Kehadiran pejabat di tengah masyarakat disebut sebagai bentuk kepedulian agar mereka tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.

“Kami tidak meminta yang berlebihan. Kami hanya ingin pemerintah datang melihat keadaan kami dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

 

<