MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap ruas jalan Dampek-Pota yang terdampak gempa bumi.
Ruas jalan tersebut sebelumnya terancam putus total akibat dampak gempa yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 17 Agustus 2026.
Kondisi itu sempat mengancam kelancaran akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut.
Pantauan media ini di lokasi pada Jumat, 21 Agustus 2026, terlihat satu unit alat berat milik PT Menara dikerahkan untuk melakukan penanganan pada badan jalan yang terdampak.
Penanganan dilakukan untuk memastikan akses kendaraan kembali normal serta mencegah terjadinya kemacetan akibat kondisi jalan yang rusak.
Setelah dilakukan pekerjaan darurat, ruas jalan Dampek-Pota kini kembali dapat dilalui kendaraan untuk aktivitas keluar-masuk masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur, Ferdinandus Mbembok, yang turun langsung memantau kondisi ruas jalan tersebut mengatakan, jalur Dampek-Pota merupakan salah satu poros utama yang menghubungkan wilayah Pantai Utara (Pantura).
“Jadi yang dilakukan hari ini merupakan penanganan darurat yang harus cepat untuk ditangani. Sehingga akses masuk keluar tidak mengalami kemacetan,” tandas Ferdinandus.
Ia menegaskan, penanganan darurat menjadi langkah penting untuk menjaga konektivitas masyarakat pascagempa, terutama pada jalur yang menjadi akses utama transportasi dan mobilitas warga.
Pemerintah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah infrastruktur jalan yang terdampak gempa untuk memastikan akses masyarakat tetap aman dan dapat digunakan.






































