MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net-Ratusan warga terdampak gempa bumi di Desa Bangka Arus, Kecamatan Lamba Leda Timur (Laletim), Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Jumat (21/8/2026) masih menghadapi keterbatasan logistik dan kebutuhan dasar.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan justru datang dari Partai NasDem yang menyalurkan sembako kepada warga di empat kampung, yakni Kampung Waer, Laci, Taga, dan Cepung.
Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat. Turut hadir Ketua DPD Partai NasDem David Sutarto, Ketua Fraksi NasDem DPRD Manggarai Timur Elvis Jehama, serta anggota DPRD Manggarai Timur dari Partai NasDem Frans Salesman dan Fransiska Ade Irma.
Selain menyerahkan bantuan, rombongan NasDem juga meninjau secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa sekaligus memberikan penguatan kepada warga yang masih bertahan di tengah situasi pascabencana.
Di Kampung Waer, Desa Bangka Arus, tidak terdapat korban jiwa akibat gempa. Namun, dampak kerusakan cukup signifikan. Sebanyak 11 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Kepala Dusun Waer, Leksimus Herdi, mengatakan kebutuhan warga di wilayah tersebut hingga kini masih cukup tinggi. Warga membutuhkan berbagai keperluan dasar, mulai dari bahan makanan, air minum, obat-obatan hingga tenda untuk tempat tinggal sementara.
Menurut Leksimus, bantuan dari Partai NasDem menjadi bantuan pertama yang diterima warga di wilayahnya sejak bencana terjadi.
“Selama ini perlengkapan logistik kami gunakan dana pribadi. Dari tanah perantauan juga ada sedikit bantuan sembako. Kami merasa bangga dengan bantuan dari Partai NasDem ini,” ujar Leksimus.
Ia mengaku kecewa karena hingga Jumat (21/8/2026), bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur belum diterima masyarakat terdampak di Desa Bangka Arus.
“Kami sangat kecewa dengan Pemda Manggarai Timur karena sampai saat ini belum masuk bantuan logistik,” katanya.
Selain persoalan logistik, keterbatasan tenaga medis juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga terdampak gempa.
Evaria, salah seorang tenaga kesehatan dari Puskesmas Lawir, mengatakan tiga tenaga medis baru tiba di lokasi pada Jumat (21/8/2026). Pada Jumat pagi, sedikitnya enam warga sudah menjalani pemeriksaan dan perawatan.
“Kami juga kewalahan dengan air minum bersih, obat-obatan dan logistik lainnya,” ujar Evaria.
Menurut dia, kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak tidak hanya sebatas makanan dan minuman. Warga juga membutuhkan tenda, air bersih, obat-obatan serta berbagai perlengkapan pendukung pelayanan kesehatan.
Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian harus dilakukan dengan keterbatasan tenaga dan sarana yang tersedia.
Warga Desa Bangka Arus berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan distribusi bantuan pascagempa dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara merata.
Kebutuhan yang paling mendesak meliputi makanan, air minum bersih, obat-obatan, tenda serta perlengkapan lainnya yang diperlukan selama warga masih berada dalam kondisi darurat.
Kondisi warga di empat kampung yang masih bertahan dengan keterbatasan tersebut menunjukkan bahwa distribusi bantuan menjadi salah satu kebutuhan utama dalam penanganan pascagempa.
Warga berharap tidak ada wilayah terdampak yang luput dari pendataan dan penyaluran bantuan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
Di sisi lain, kehadiran Partai NasDem melalui penyaluran bantuan sembako memberikan sedikit keringanan bagi masyarakat yang hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah bencana.
Masyarakat juga berharap bantuan serupa terus berdatangan, sembari menunggu penanganan dan distribusi bantuan dari pemerintah agar dapat menjangkau seluruh warga terdampak di Desa Bangka Arus.






































