DAERAH

Pascagempa, Bupati Manggarai Dorong PMKRI Perkuat Trauma Healing dan Assessment Rumah

×

Pascagempa, Bupati Manggarai Dorong PMKRI Perkuat Trauma Healing dan Assessment Rumah

Sebarkan artikel ini

RUTENG, AntarNews.net-  Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit mendorong Pengurus Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) dan PMKRI Cabang Ruteng memperkuat kolaborasi dalam penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Hery Nabit saat menerima Pengurus PP PMKRI bersama jajaran Satgas PMKRI di Pos Komando Tanggap Bencana Gempa Bumi, Senin, 07/09/2026.

Pertemuan itu membahas sejumlah langkah strategis dalam penanganan pascagempa, mulai dari trauma healing bagi anak-anak, assessment dan verifikasi kerusakan rumah, hingga penguatan edukasi mitigasi bencana berbasis masyarakat.

Bupati Hery Nabit mengatakan, keterlibatan organisasi kemahasiswaan seperti PMKRI penting untuk memperluas jangkauan pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak.

Menurutnya, penanganan bencana saat ini mulai memasuki fase yang lebih kompleks. Pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada distribusi bantuan logistik, tetapi juga mulai mengarahkan perhatian pada proses pemulihan masyarakat.

“Kita belajar banyak dari 23 hari yang sudah ini, bagaimana penyaluran bantuan yang tidak tepat atau kurang menyentuh. Minggu pertama memang kurang menyentuh seluruh masyarakat. Tetapi kita perbaiki dan perlancar semuanya,” kata Bupati Hery.

Ia menjelaskan, kebutuhan sembako masih tetap diperlukan oleh masyarakat terdampak. Namun, persoalan yang dihadapi kini berkembang pada kebutuhan pemulihan jangka menengah, terutama bagi warga yang masih bertahan di pengungsian mandiri.

Salah satu perhatian pemerintah adalah kondisi anak-anak yang belum berani kembali ke rumah karena masih mengalami trauma setelah gempa.

“Rumah diperbaiki dan dibangun kembali, tetapi kalau anak-anak masih trauma, persoalannya sama saja,” ujarnya.

Karena itu, Bupati Hery mendorong PMKRI mengambil peran dalam pelaksanaan program trauma healing, khususnya bagi anak-anak terdampak gempa.

Ia juga membuka peluang pemanfaatan jaringan PMKRI di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung program pemulihan psikososial masyarakat.

Selain trauma healing, Bupati Hery menyambut baik keterlibatan Satgas PMKRI dalam proses assessment dan verifikasi kerusakan rumah warga terdampak gempa.

Menurutnya, keterlibatan pihak eksternal dapat membantu memperkuat proses pendataan, tetapi harus dilakukan dengan mengikuti standar teknis serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Bupati Hery Nabit juga menjelaskan, pendataan rumah terdampak gempa telah dilakukan dan menghasilkan klasifikasi kerusakan berupa rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.

Data tersebut kini memasuki tahap verifikasi sebelum dilakukan uji publik di tingkat desa.

“Bagian saya adalah memastikan data. Maka saya ajak teman-teman saya, apa tahap ini kita sama-sama pastikan data selesai. Mana yang ringan, mana yang sedang, mana yang berat,” jelasnya.

Melalui uji publik, masyarakat akan diberikan ruang untuk memberikan koreksi apabila terdapat ketidaksesuaian antara kondisi rumah di lapangan dengan kategori kerusakan yang tercatat dalam data pemerintah.

Setelah proses verifikasi dan uji publik selesai, data tersebut akan menjadi bahan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menentukan bentuk intervensi bagi masyarakat terdampak.

Bupati Hery juga menyambut usulan PMKRI untuk memberikan pembekalan teknis kepada anggota Satgas yang akan terlibat dalam assessment.

Ia menyatakan siap memfasilitasi pertemuan antara Satgas PMKRI dengan tim teknis pemerintah agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai metode dan standar penilaian kerusakan bangunan.

Dalam pertemuan tersebut, PMKRI menyampaikan kesiapan mengoptimalkan jaringan organisasi di berbagai daerah untuk mendukung penanganan bencana di Flores.

Bantuan logistik yang dihimpun dari sejumlah cabang dan regio PMKRI sebelumnya telah disalurkan kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai.

Namun, keterlibatan PMKRI tidak hanya diarahkan pada bantuan logistik. Organisasi mahasiswa tersebut juga mengusulkan penguatan edukasi mitigasi bencana berbasis komunitas desa.

Program tersebut dapat dilakukan melalui edukasi dan simulasi kebencanaan yang tidak hanya menyasar lingkungan sekolah, tetapi juga masyarakat secara umum.

Bupati Hery menyatakan terbuka terhadap gagasan tersebut. Namun, ia mengakui pelaksanaan program mitigasi membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit sehingga harus dilakukan secara bertahap.

Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan pemerintah, termasuk dengan melibatkan pemerintah desa.

Bupati Hery Nabit menegaskan, kolaborasi dalam kondisi bencana tidak harus selalu diawali dengan kerja sama formal melalui Memorandum of Understanding (MoU). Yang lebih penting, menurutnya, adalah adanya kesepakatan langkah taktis, pembagian peran dan koordinasi yang jelas.

“Dalam kondisi-kondisi ini kita berjalan. Kita sepakati langkah-langkah taktis,” tegasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Bupati Manggarai berharap dukungan PMKRI dapat semakin memperkuat penanganan pascagempa, tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memastikan masyarakat dapat memasuki tahap pemulihan secara menyeluruh.

<