MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Kepala Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Yovita Mbaju, menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, BNPB, pihak kecamatan, serta seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Desa Golo Lijun pascagempa bumi 15 Agustus 2026.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Yovita menyusul viral nya video seorang warga yang terlihat menginjak-injak sebungkus mie bantuan pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak gempa.
Yovita mengaku kecewa dengan tindakan tersebut. Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Golo Lijun telah berupaya membagikan bantuan secara merata kepada masyarakat melalui 10 RT yang ada di desa tersebut.
Menurut Yovita, bantuan yang diterima pemerintah desa kemudian didistribusikan kepada masing-masing RT untuk selanjutnya dibagikan kepada kepala keluarga (KK).
“Pembagian itu sudah adil menurut pemerintah desa karena dibagi ke 10 RT di Desa Golo Lijun. Di RT dibagi lagi kepada KK masing-masing,” ujar Yovita, Senin, 07/09/2026.
Ia menyebut warga yang terlihat dalam video tersebut merupakan seorang warga berinisial SSS.
Menurut Yovita, tindakan itu dilakukan karena yang bersangkutan merasa tidak puas terhadap bantuan yang diterimanya.
Yovita menyayangkan tindakan tersebut karena bantuan yang disalurkan pemerintah merupakan hasil kerja keras berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Pemda susah payah mau urus bantuan ke desa-desa. Namun, saya kecewa dengan video tersebut,” katanya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Golo Lijun hingga saat ini masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pascagempa.
Karena itu, Yovita meminta agar tindakan yang dilakukan oleh salah satu warga tersebut tidak dijadikan gambaran mengenai kondisi seluruh masyarakat Desa Golo Lijun.
“Saya meminta maaf kepada BNPB, Pemda Manggarai Timur, pihak kecamatan serta semua pihak yang sudah dengan caranya masing-masing menyalurkan bantuan kepada masyarakat Golo Lijun,” ujarnya.
Yovita berharap masyarakat tetap menghargai bantuan yang diberikan serta menyampaikan keluhan melalui jalur yang tepat apabila terdapat persoalan dalam pembagian bantuan.
“Kami masyarakat Golo Lijun masih sangat membutuhkan bantuan pascagempa. Saya berharap untuk tidak usah merespons tindakan yang dilakukan oleh salah satu oknum yang bisa menghancurkan nama desa hingga nama pemerintah daerah,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga komunikasi dan kebersamaan di tengah situasi pemulihan pascagempa.
Menurutnya, bantuan yang datang ke Desa Golo Lijun masih sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat diselesaikan tanpa mengurangi kepercayaan para pihak yang selama ini telah membantu warga terdampak.






































