DAERAH

Bukan Puting Beliung, BMKG Sebut Fenomena Dust Devil Melanda Manggarai Timur

×

Bukan Puting Beliung, BMKG Sebut Fenomena Dust Devil Melanda Manggarai Timur

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net– Fenomena meteorologi dust devil atau yang kerap disebut “setan debu” terjadi di wilayah Mando Sawu, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 03/09/2026, sekitar pukul 11.00 WITA.

Informasi tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Manggarai melalui laporan respons cepat kejadian pada Kamis, 3 September 2026.

Berdasarkan analisis sementara, dust devil merupakan pusaran udara berukuran kecil hingga menengah yang berputar cukup kencang dan dapat membawa material ringan seperti debu, pasir, maupun serpihan sampah.

Fenomena tersebut umumnya muncul pada siang hari ketika kondisi cuaca cerah dan permukaan tanah menerima pemanasan matahari secara intensif, terutama pada wilayah yang kering dan berdebu.

Pemanasan yang kuat menyebabkan permukaan tanah menjadi jauh lebih panas dibandingkan udara di atasnya. Kondisi tersebut dapat memicu udara panas bergerak naik dan membentuk pusaran udara.

Pusaran yang terbentuk kemudian dapat mengangkat material-material ringan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

BMKG menyebut fenomena dust devil biasanya berlangsung relatif singkat dan tidak bersifat berkelanjutan.

Satu Bangunan Semi Permanen Rusak

Akibat fenomena tersebut, satu bangunan semi permanen milik masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan.

Dalam laporan respons cepat tersebut, tidak terdapat wilayah yang direkomendasikan untuk dilakukan evakuasi.

Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya peningkatan kecepatan angin secara signifikan.

Berbeda dengan Puting Beliung

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar memahami bahwa dust devil berbeda dengan fenomena angin puting beliung.

Dust devil umumnya terbentuk akibat pemanasan permukaan tanah yang sangat kuat sehingga memicu gerakan udara naik dan membentuk pusaran. Fenomena ini biasanya berukuran lebih kecil dan berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Sementara itu, puting beliung merupakan fenomena angin kencang yang terbentuk dari kondisi atmosfer tertentu dan dapat menimbulkan dampak kerusakan yang lebih luas.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tidak mengabaikan peringatan dari pihak terkait.

Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut demi keselamatan.

<