MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Sebanyak 5.231 paket bantuan telah terkumpul di Posko Utama Rumah Jabatan (Rujab) 3 Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana.
Bantuan tersebut berasal dari berbagai lembaga dan instansi, baik pemerintah, TNI-Polri, BUMN, lembaga sosial maupun organisasi kemanusiaan.
Berdasarkan data Posko Utama Rujab 3 Manggarai Timur, Kamis, 03 September 2026 dari total bantuan yang tersedia, sebanyak 302 paket telah didistribusikan ke sejumlah posko yang membutuhkan.
Paket bantuan tersebut disalurkan ke Posko Lapangan Ronting, Posko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), RSP Watu Nggong, serta di Desa Golo Wuas dan Desa Golo Paleng, Kecamatan Lamba Leda.
Adapun bantuan yang telah terkumpul di Posko Utama Rujab 3 Manggarai Timur berasal dari sejumlah lembaga, di antaranya BNPB, Polda Metro Jaya, Perum Jasa Tirta II, Airex Surfei, Bina Konstruksi Abadi, Telkom, Kodam, Lanud Aceh, Laz Rumah Yatim, Peruri, Baznas DKI, Kementerian Perhubungan, PT Antam, GBI Kerinduanku, PT Karya Murni Baratama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Mabes TNI, Hutama Karya, Bank Indonesia, serta PMI.
Sementara itu, khusus Posko Lapangan Ronting, hingga Kamis belum terdapat paket bantuan yang masuk secara langsung. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di posko tersebut, bantuan akan didistribusikan dari Posko Utama Rujab 3 Manggarai Timur.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat terdampak tetap dapat terpenuhi meskipun distribusi bantuan ke sejumlah posko belum berlangsung secara langsung.
Posko Utama Rujab 3 menjadi salah satu titik pengendalian distribusi bantuan untuk memastikan bantuan yang masuk dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
219 SD Segera Diverifikasi
Selain perkembangan distribusi bantuan, penanganan sektor pendidikan juga terus dilakukan pascabencana.
Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), tercatat sebanyak 26 satuan pendidikan telah menjalani verifikasi faktual.
Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan kunjungan ke Manggarai Timur untuk melakukan verifikasi terhadap 219 sekolah.
Verifikasi tersebut penting untuk memastikan kondisi satuan pendidikan setelah terdampak bencana, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan kegiatan pendidikan.
KBM di Gedung Sekolah Masih Dilarang
Dalam perpanjangan masa tanggap darurat periode kedua, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur diminta memastikan kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan di dalam gedung sekolah yang terdampak atau belum dinyatakan aman.
Sebagai alternatif, proses pembelajaran diarahkan untuk dilakukan secara daring (online) selama kondisi belum memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara normal.
Setelah masa tersebut, pembelajaran direncanakan kembali berjalan secara normal mulai 13 September 2026, namun kegiatan pembelajaran tetap diwajibkan berlangsung di luar gedung sekolah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi, sekaligus menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik di tengah proses pemulihan pascabencana.






































