DAERAH

Gunung api Anak Ranakah Naik Status ke Level II Waspada Pascagempa Flores M7,7

×

Gunung api Anak Ranakah Naik Status ke Level II Waspada Pascagempa Flores M7,7

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI, AntarNews.net– Aktivitas Gunungapi Anak Ranakah di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan kegempaan setelah Gempa Flores berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tingkat aktivitas Gunung api Anak Ranakah dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung 1 September 2026 pukul 23.00 WITA.

Peningkatan status tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan di gunung api tersebut.

Dalam laporan Badan Geologi disebutkan, pascagempa Flores M7,7 pada 15 Agustus 2026, aktivitas Gunung api Anak Ranakah diikuti peningkatan Gempa Tektonik Lokal dengan kisaran 38 hingga 414 kejadian per hari, serta Gempa Tektonik Jauh berkisar 32 hingga 418 kejadian per hari.

Pada periode yang sama, Gempa Vulkanik Dalam juga mengalami peningkatan dengan kisaran 10 hingga 35 kejadian per hari.

Meskipun aktivitas kegempaan vulkanik sempat mengalami penurunan pada akhir Agustus 2026, kondisi tersebut kembali berubah pada 1 September 2026.

Hingga laporan disusun, jumlah Gempa Vulkanik Dalam kembali meningkat. Kemunculan gempa jenis tersebut mengindikasikan adanya proses peretakan batuan yang berkaitan dengan suplai magmatik dari dalam tubuh gunung api dan perubahan tekanan atau tegangan pada tubuh Gunung api Anak Ranakah.

Berdasarkan hasil pengamatan selama periode 1–31 Agustus 2026, tercatat 367 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3.272 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 2.776 kali Gempa Tektonik Jauh.

Selain itu, terjadi 218 kali Gempa Terasa dengan intensitas antara skala II hingga VII MMI.

Sementara itu, pada 1 September 2026 hingga pukul 18.30 WITA, tercatat 94 kali Gempa Vulkanik Dalam, 144 kali Gempa Tektonik Lokal dan 85 kali Gempa Tektonik Jauh.

Pada hari yang sama juga tercatat satu kali Gempa Terasa dengan intensitas II MMI.

Badan Geologi juga mencatat adanya peningkatan energi seismik berdasarkan pengukuran Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM).

Energi seismik menunjukkan peningkatan signifikan sejak 15 Agustus 2026 dan kemudian menurun pada akhir Agustus. Namun, energi tersebut kembali meningkat pada 1 September bersamaan dengan meningkatnya aktivitas Gempa Vulkanik Dalam.

Dari hasil pengamatan visual, secara umum belum teramati adanya asap kawah Gunung api Anak Ranakah.

Pengamatan menggunakan UAV/drone yang dilakukan pada 25 Agustus dan 1 September 2026 menunjukkan adanya perubahan aktivitas asap solfatara yang berada di sebelah barat kubah lava.

Pada 25 Agustus, asap solfatara teramati lebih tebal dibandingkan hasil pengamatan pada 1 September 2026.

Sementara itu, kondisi kubah lava belum menunjukkan perubahan signifikan. Meski demikian, terjadi longsoran di beberapa bagian Gunung api Anak Ranakah pada 18 dan 20 Agustus 2026 yang dipicu oleh Gempa Terasa.

Berdasarkan keseluruhan data pemantauan visual dan instrumental tersebut, Badan Geologi menilai Gunung api Anak Ranakah sedang mengalami peningkatan aktivitas kegempaan sehingga statusnya dinaikkan menjadi Level II (Waspada).

Dengan kenaikan status tersebut, masyarakat yang berada di sekitar Gunung api Anak Ranakah maupun pengunjung, pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari pusat aktivitas Gunung api Anak Ranaka.

Pemerintah daerah dan masyarakat juga diminta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD Kabupaten Manggarai untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas gunung api.

Koordinasi juga dapat dilakukan dengan Pos Pengamatan Gunung api Anak Ranakah di Desa Wae Rii, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis Gunung Anak Ranakah dapat juga dipantau melalui
aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan
media sosial Badan Geologi (FB, Twitter/X, IG), serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).

<