DAERAH

Pemkab Manggarai Imbau ASN dan Masyarakat Tidak Gelar Pesta Selama Situasi Bencana Gempa

×

Pemkab Manggarai Imbau ASN dan Masyarakat Tidak Gelar Pesta Selama Situasi Bencana Gempa

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

MANGGARAI, AntarNews.net- Pemerintah Kabupaten Manggarai mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk tidak menyelenggarakan acara pesta atau keramaian di tengah situasi bencana gempa bumi yang masih melanda wilayah Kabupaten Manggarai.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat Pemkab Manggarai Nomor Pem.130/95/IX/2026 tertanggal 4 September 2026 tentang Penegasan, yang ditujukan kepada para pimpinan perangkat daerah Kabupaten Manggarai dan para camat se-Kabupaten Manggarai.

Dalam surat tersebut, Pemkab Manggarai meminta perhatian seluruh perangkat daerah terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi.

Poin pertama dalam surat itu mengimbau seluruh pegawai di lingkungan pemerintah daerah untuk tidak melaksanakan acara pesta.

“Mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan masing-masing untuk tidak melaksanakan acara pesta,” demikian salah satu poin dalam surat tersebut.

Selain ditujukan kepada jajaran pemerintah daerah, imbauan juga diarahkan kepada masyarakat Kabupaten Manggarai.

Para camat diminta menyampaikan imbauan tersebut kepada masyarakat melalui kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing agar tidak menyelenggarakan acara keramaian atau pesta selama situasi bencana.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana gempa bumi.

“Dalam rangka menunjukkan rasa simpati dan empati kita terhadap situasi yang saat ini melanda wilayah Kabupaten Manggarai,” demikian ditegaskan dalam surat tersebut.

Pemkab Manggarai berharap seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama menunjukkan solidaritas serta empati kepada warga yang terdampak bencana.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi bentuk keprihatinan pemerintah daerah agar seluruh elemen masyarakat dapat memprioritaskan penanganan dan pemulihan pascabencana dibandingkan penyelenggaraan kegiatan yang bersifat pesta atau keramaian.

<