MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto melakukan kunjungan kerja ke Posko Golo Cigir, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 25/08/2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung kondisi masyarakat yang masih bertahan di tenda darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Suharyanto juga menyerahkan bantuan sembako dan logistik kepada masyarakat terdampak yang berada di Posko Golo Cigir.
Di hadapan warga, Suharyanto menyampaikan perkembangan kondisi gempa berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia mengatakan, hingga hari ke-11 pascagempa, aktivitas gempa susulan masih terjadi. Namun, intensitasnya menunjukkan kecenderungan menurun dan tidak ada lagi gempa dengan kekuatan sebesar gempa utama magnitudo 7,7 maupun gempa susulan magnitudo 6,2.
“Gempa susulan masih akan ada. Namun, kekuatannya diyakini tidak akan sebesar gempa-gempa yang sudah terjadi,” ujarnya
Menurutnya, masyarakat tetap diperbolehkan waspada dan berhati-hati, tetapi tidak perlu mengalami ketakutan secara berlebihan. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat diminta tetap bertahan di lokasi pengungsian, sedangkan masyarakat yang rumahnya aman atau hanya mengalami kerusakan ringan dapat kembali setelah kondisi dinyatakan memungkinkan.
Suharyanto menjelaskan, pemerintah saat ini mulai memasuki tahapan penanganan pascabencana. Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, pemerintah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
“Yang rusak berat akan dibangunkan hunian sementara. Jadi, bukan lagi tinggal di tenda, tetapi di rumah sementara sambil menunggu rumah permanen dibangun kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendidikan sementara bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak gempa. Fasilitas sementara tersebut akan digunakan hingga pembangunan atau perbaikan sekolah selesai.
Hal serupa dilakukan terhadap fasilitas kesehatan. Menurut Suharyanto, pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun sejumlah bangunan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Petugas kesehatan ditempatkan di fasilitas sementara berupa tenda.
Terkait kebutuhan logistik, Suharyanto memastikan pemerintah terus mendistribusikan bantuan secara bertahap ke wilayah terdampak. Logistik didatangkan dari sejumlah daerah dan pusat distribusi, kemudian disalurkan hingga ke titik-titik pengungsian menggunakan berbagai moda transportasi.
“Kebutuhan masyarakat terdampak secara bertahap pasti kita dukung, termasuk makanan, perlengkapan mandi, perlengkapan tidur, alat pembersih dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Suharyanto juga meminta agar dalam beberapa hari ke depan kebutuhan dasar masyarakat, terutama makanan, minuman dan tenda darurat, dapat dipastikan terpenuhi sehingga penanganan bisa segera beralih ke tahap pemulihan.
Sementara itu, Koordinator Posko Golo Cigir, Andri Saje, melaporkan bahwa posko tersebut dibentuk secara inisiatif oleh masyarakat karena kekhawatiran terhadap kondisi pascagempa, terutama karena lokasinya berada di wilayah pesisir.
Ia menyebut jumlah pengungsi di Posko Golo Cigir sempat mencapai 331 orang pada malam kedelapan pascagempa.
“Posko ini merupakan posko inisiatif awalnya atas dasar ketakutan dan kepedulian kami yang berada di pesisir pantai,” ujarnya
Andri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur yang dinilai cepat merespons kebutuhan warga sejak awal posko dibentuk.
Ia juga melaporkan, saat ini terdapat sekitar lima orang yang mengalami sakit di lokasi pengungsian. Sebagian besar merupakan anak-anak dan seorang lanjut usia.
Selain kebutuhan kesehatan, Andri menyebut penerangan menjadi salah satu kebutuhan yang masih mendesak, terutama pada malam hari.
“Kebutuhan makanan dan minuman cukup untuk kami di sini. Tetapi kami membutuhkan penerangan dan dukungan dari teman-teman kesehatan,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, serta berbagai pihak yang telah membantu masyarakat di Posko Golo Cigir.
Andri berharap seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik sehingga warga yang mengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi aman.






































