MANGGARAI, AntarNews.net Pemerintah Kabupaten Manggarai kembali memperbarui data korban meninggal dunia akibat gempa bumi Flores yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15/08/2026.
Berdasarkan hasil rekapitulasi korban per desa dan kelurahan yang telah dihimpun serta diverifikasi di lapangan hingga 23 Agustus 2026, tercatat 37 orang meninggal dunia di Kabupaten Manggarai.
Puluhan korban tersebut tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Langke Rembong, Cibal, Cibal Barat, Reok, Wae Rii, Reok Barat, dan Satarmese Utara.
Dari tujuh wilayah tersebut, Kecamatan Reok menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni 20 orang.
Di Kecamatan Reok, korban meninggal dunia tersebar di Desa Reo sebanyak 16 orang, Desa Watu Tango satu orang, Desa Mata Air dua orang, dan Desa Wangkung satu orang.
Sebagian besar korban di Kecamatan Reok meninggal dunia akibat tertimpa bangunan. Namun, terdapat pula korban yang meninggal akibat tenggelam, shock, maupun sakit.
Salah satu korban bahkan merupakan bayi yang baru dilahirkan dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ruteng dari pos pengungsian Barang Kolong.
Sementara itu, di Kecamatan Langke Rembong tercatat lima korban meninggal dunia. Rinciannya, satu orang berasal dari Kelurahan Karot, tiga orang dari Kelurahan Tenda, dan satu orang dari Kelurahan Pau.
Para korban di wilayah tersebut meninggal dunia dengan penyebab utama shock. Lokasi meninggal dunia berada di rumah maupun rumah sakit.
Di Kecamatan Cibal, tercatat empat korban meninggal dunia. Korban masing-masing berasal dari Desa Bea Mese satu orang, Desa Riung dua orang, dan Desa Ladur satu orang. Seluruh korban di wilayah ini meninggal dunia setelah tertimpa bangunan di rumah.
Kecamatan Cibal Barat mencatat satu korban meninggal dunia dari Desa Golo Lanak. Korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan.
Selanjutnya, Kecamatan Wae Rii mencatat dua korban meninggal dunia yang seluruhnya berasal dari Desa Wae Mulu. Kedua korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan dan sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Di Kecamatan Reok Barat, tercatat empat korban meninggal dunia dari Desa Reok Barat. Keempat korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan di rumah.
Sementara itu, Kecamatan Satarmese Utara mencatat satu korban meninggal dunia dari Desa Cireng. Korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan dan sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas.
Dengan demikian, rekapitulasi sementara Pemerintah Kabupaten Manggarai mencatat total 37 korban meninggal dunia akibat gempa bumi Flores.
Data tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi korban per desa dan kelurahan. Pemerintah daerah masih terus melakukan pemutakhiran data seiring berlangsungnya penanganan darurat dan pendataan di lapangan.
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 menimbulkan dampak luas di sejumlah wilayah NTT. BMKG sebelumnya menyebut gempa tersebut terjadi pada pukul 04.58 WIB dan sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB.
Di tengah proses penanganan bencana, pemerintah bersama unsur terkait terus melakukan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan dan verifikasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi, serta koordinasi lintas sektor.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah, petugas kesehatan, TNI, Polri, serta unsur penanggulangan bencana yang berada di lapangan.






































