MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Kekecewaan warga korban gempa di Kampung Tengku Leda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, berujung pada pembakaran tenda pengungsian bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin 24/08/2026.
Aksi tersebut terjadi setelah warga batal bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang melakukan kunjungan ke wilayah terdampak gempa di Manggarai Timur.
Berdasarkan informasi, Khofifah datang untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak sekaligus menyalurkan bantuan.
Dalam agenda awal, warga Kampung Lamba Keli dan Kampung Tengku Leda dijadwalkan bertemu gubernur. Masing-masing lokasi mendapat alokasi waktu sekitar 30 menit dari total kunjungan 1 jam.
Namun pelaksanaan di lapangan molor. Kunjungan di Kampung Lamba Keli berlangsung lebih lama sehingga tim tidak sempat menuju Kampung Tengku Leda.
“Kami terlalu lama di Lamba Keli tadi, waktu terpotong banyak di Lamba Keli terus tidak sempat mampir ke Tengku Leda,” ujar Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Buru Lana, sebagaimana dikutip detikBali.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang sejak pagi telah menunggu kedatangan gubernur bersama keluarga dan anak-anak.
2 Tenda BNPB Dibakar
Kekecewaan memuncak hingga sejumlah warga membakar 2 tenda darurat bantuan BNPB di Kampung Tengku Leda.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak warga berkumpul di sekitar tenda dengan kepulan asap. Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah.
“Kami kecewa diadu sana sini,” ujar seorang warga dalam video tersebut.
Warga lainnya mengaku ingin menyampaikan langsung kondisi mereka kepada Gubernur Jawa Timur.
Camat Lamba Leda membenarkan adanya pembakaran tersebut.
Ia menyayangkan tindakan warga, namun memahami aksi itu dipicu kekecewaan karena tidak bisa bertemu Khofifah.
Situasi Kini Kondusif
Usai kejadian, Camat bersama aparat keamanan langsung menemui warga untuk memberikan klarifikasi terkait batalnya kunjungan.
“Sudah klarifikasi tadi dan sudah kondusif, langsung tenang,” kata Vitalis.
Aksi ini terjadi di tengah masa tanggap darurat pascagempa Flores M7,7. Warga di sejumlah wilayah Manggarai Timur masih membutuhkan bantuan logistik, hunian sementara, layanan kesehatan, dan perhatian pemerintah.






































