DAERAH

Isu Politik Uang Merebak di Kongres MPA PMKRI, Operator Disebut-Sebut Nginap di Villa Mewah

×

Isu Politik Uang Merebak di Kongres MPA PMKRI, Operator Disebut-Sebut Nginap di Villa Mewah

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI, AntarNews.net- Isu tak sedap merebak di arena Kongres ke XXXIV dan MPA XXXIII, Ruteng, Manggarai, NTT. Setelah sebelumnya dihebohkan cawe-cawe sejumlah alumni mendukung kandidat tertentu. Kini merebak isu politik Uang (money politik). Informasi yang dihimpun media ini desas desus mengenai politik uang beredar di antara peserta Kongres – MPA sejak  Minggu (26/7), dan terus menggelinding hingga Senin (26/7).

Menurut sumber terpercaya media ini, operator politik uang terdiri sekelompok orang  yang menginap di Villa R, sebuah villa mewah yang terletak di Selatan Kota Ruteng. Mereka tiba secara bergelombang dari berbagai tempat. Ada yang datang dari Jakarta, ada juga yang datang dari Kota lain di Indonesia.

“Mereka banyak orang, ada yang dari Jakarta ada juga dari kota lain,” kata sumber tadi. Rupanya, para operator money politik ini paham benar situasi MPA yang berlarut-larut. Tidak hanya membuat peserta jenuh, tapi juga kehabisan bekal uang. Belum lagi beberapa delegasi ingin segera kembali ke daerah Masing-masing. Peserta kan sudah jenuh di Ruteng, belum ada tanda-tanda kapan acara selesai. Di sini kan perlu juga beli kopi macam-macam. Makanya pusing,” ucapnya.

“Untuk melancarkan operasi money politik ini menggunakan beberapa modus operasi. Ada yang dijemput secara langsung, ada juga yang diarahkan menggunakan taxi online.  “Asal cocok saja dan mau pilih calon tertentu, pasti dikasi,” tambahnya.

Sebelumnya Para Pastor Moderator PMKRI yang mendampingi pelaksanaan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI di Ruteng menerbitkan surat rekomendasi yang berisi dua poin penting bagi kepengurusan baru Pengurus Pusat PMKRI.

Rekomendasi tersebut ditandatangani di Ruteng pada 21 Juli 2026 oleh lima pastor moderator dari berbagai cabang.

Dalam surat bertajuk Surat Rekomendasi Para Pastor Moderator PMKRI, para pastor menyatakan rekomendasi tersebut lahir setelah mendengarkan pengalaman dan berdialog bersama peserta MPA XXXIII PMKRI.

Salah satu point penting dari rekomendasi tersebut adalah menyoroti praktik politik uang dalam proses pemilihan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI.

Para pastor menegaskan bahwa praktik membeli suara melalui pemberian tiket perjalanan, barang, maupun fasilitas bertentangan dengan moral Kristiani dan ajaran Gereja Katolik.

Mereka merekomendasikan agar calon Ketua Presidium yang terbukti melakukan praktik money politics tidak dipilih dalam forum MPA dan Kongres.

“Kami merekomendasikan agar calon-calon Ketua Presidium yang melakukan money politics tidak dipilih karena tidak sesuai dengan ajaran moral Gereja Katolik,” tulis para pastor dalam surat tersebut.

Surat rekomendasi itu ditujukan kepada seluruh peserta MPA XXXIII PMKRI, khususnya kepada Pengurus Pusat PMKRI serta Ketua Cabang Jakarta Pusat, Kupang, Maumere, Pontianak, dan Ruteng.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh RD. Fransiskus Sawan (Moderator PMKRI Cabang Ruteng), RD. Yakobus Donnisus Migo (Moderator PMKRI Cabang Maumere), RD. Hironimus Taolin (Moderator PMKRI Cabang Kupang), RD. Yoga Febriano (atas nama Moderator PMKRI Cabang Pontianak), serta RP. Agustinus Setyo Wibowo, SJ selaku Moderator PP PMKRI sekaligus Moderator PMKRI Cabang Jakarta Pusat.

Rekomendasi ini menjadi pesan moral menjelang pemilihan kepemimpinan baru PMKRI, dengan penekanan pada pentingnya menjaga integritas organisasi.

 

<