MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mulai mengarahkan penanganan pascabencana gempa bumi ke fase pemulihan atau recovery. Salah satu fokus utama pada fase pemulihan ini adalah pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi.
Fase pemulihan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Manggarai Timur Nomor HK/72/Tahun 2026 tentang Penetapan Status Transisi Darurat Kegiatan Pemulihan Bencana Gempa Bumi Flores di Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2026.
Keputusan ini diambil setelah pemerintah daerah menjalankan tahapan tanggap darurat sejak gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Sejak kejadian gempa M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, Pemerintah Daerah Manggarai Timur telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi sebanyak 3 kali sampai dengan tanggal 26 September 2026.
Selama masa tanggap darurat Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama berbagai unsur terkait melakukan kaji cepat, penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kelompok rentan, serta penanganan sarana dan prasarana vital yang terdampak bencana.
Memasuki fase pemulihan, perhatian mulai diarahkan pada bagaimana masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan secara bertahap. Salah satu kebutuhan penting yang menjadi prioritas adalah penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Berdasarkan data BNPB per 2 Oktober 2026, sebanyak 2.503 unit Huntara direncanakan dibangun di Kabupaten Manggarai Timur untuk tahap I dan II.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 743 unit saat ini sedang dalam proses pembangunan, sedangkan 17 unit telah selesai dibangun.
Untuk tahap pertama, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menargetkan pembangunan sebanyak 1.305 unit Huntara.
Pembangunan Huntara tersebut dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi dampak kerusakan akibat gempa bumi yang hingga kini masih dilakukan oleh tim enumerator Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.
Pendataan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan, termasuk menentukan masyarakat yang membutuhkan hunian sementara.
Pemerintah daerah memastikan proses pembangunan Huntara menjadi bagian penting dari upaya pemulihan masyarakat terdampak. Hunian sementara diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga yang belum dapat kembali menempati rumah mereka.
Kebutuhan Huntara menjadi semakin penting mengingat masih terdapat ribuan masyarakat yang mengungsi akibat dampak gempa bumi.
Berdasarkan data Pusat Data Posko Bencana Gempa Flores Kabupaten Manggarai Timur hingga 30 September 2026, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 10.140 orang yang tersebar di 12 kecamatan.
Pada periode yang sama, kerusakan infrastruktur tercatat mencapai 31.940 unit.
Sementara itu, korban terdampak tercatat sebanyak 404 orang mengalami luka ringan, 239 orang luka berat dan 53 orang meninggal dunia.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi menuju pemulihan.
Kebutuhan tersebut meliputi air bersih, sanitasi dan higiene, pangan, sandang, pelayanan kesehatan serta hunian sementara.
Selain pembangunan Huntara, fase pemulihan juga diarahkan untuk memulihkan berbagai aspek kehidupan masyarakat di 12 kecamatan.
Pemulihan mencakup perbaikan sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan, pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi, pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan serta kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga memberikan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan penanganan khusus pascabencana.
Berdasarkan data Sitrep HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur per 27 September 2026, kelompok rentan tercatat sebanyak 10.025 orang dari total penduduk 345.826 jiwa.
Kelompok tersebut meliputi penyandang disabilitas, ODGJ, ibu nifas, ibu hamil, balita, bayi dan lanjut usia.
Karena itu, proses pemulihan dan pembangunan Huntara diharapkan tetap mempertimbangkan kebutuhan kelompok rentan tersebut.
Pemerintah daerah juga menyadari bahwa dampak gempa tidak hanya berupa kerusakan fisik.
Bencana juga dapat memengaruhi rasa aman dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, pemulihan psikososial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses recovery.
Edukasi dan kegiatan healing telah dilakukan lintas sektor oleh Dinas Kesehatan, Dinas BP2KBP3A, Dinas Sosial, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari kementerian terkait, lembaga swadaya masyarakat dan berbagai komunitas yang terlibat langsung di tengah masyarakat.
Dalam menjalankan fase pemulihan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, lembaga kemanusiaan dan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus memastikan bantuan dan intervensi diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Terutama bagi masyarakat yang masih berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian khusus setelah bencana.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan, tenaga maupun perhatian selama penanganan bencana gempa bumi.
Menurutnya, kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi kekuatan dalam melewati masa tanggap darurat hingga memasuki fase pemulihan.
“Sebagai pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah, saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu dan mendukung Manggarai Timur pada kejadian bencana ini terutama pada masa tanggap darurat. Kami dapat merasakan bahwa kami tidak sendiri, selalu ada orang-orang baik yang tulus bersama kami,” ujarnya
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, tenaga kesehatan, aparat desa dan kecamatan, serta petugas di Posko Utama Penanganan Bencana dan posko-posko kecamatan.
“Kita telah menunjukkan komitmen luar biasa, bahu membahu melewati proses tanggap darurat sampai dengan hari ini. Kita semua terdampak tetapi tugas dan tanggung jawab tetap diemban untuk masyarakat Manggarai Timur. Terima kasih,” ungkapnya.






































