MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net– Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur di berbagai wilayah.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada ruas jalan Kisol-Mok-Paan Leleng di Kabupaten Manggarai Timur. Ruas jalan yang dikerjakan PT WGP tersebut masih dalam kondisi kuat dan aman untuk dilalui masyarakat.
Kendati ditemukan beberapa retakan kecil di sejumlah sisi jalan, kondisi tersebut dinilai tidak mengganggu fungsi jalan. Pihak pelaksana juga memastikan akan melakukan perbaikan terhadap bagian jalan yang mengalami retakan halus.
Irminus Safal, warga Wae Pake, Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, mengatakan kondisi jalur Kisol-Mok-Paan Leleng hingga kini masih aman dan kuat.
Menurutnya, retakan kecil yang ditemukan di beberapa bagian jalan merupakan hal yang masih dapat ditangani, terlebih pihak pelaksana tetap melakukan pemantauan dan perbaikan.
“Kalau yang retak sedikit itu, menurut saya wajar-wajar saja. Karena mereka tetap datang untuk perbaikan,” ujar Irminus, Sabtu (29/8/2026).
Ia mengatakan, secara keseluruhan kondisi jalan mulai dari titik nol hingga titik akhir masih aman untuk dilalui.
“Jujur saja, mulai dari start titik nol sampai akhir aman. Saya tidak bisa bayangkan dengan jalan di daerah yang tingkat kerusakannya sangat parah,” katanya.
Irminus juga menyampaikan apresiasi kepada PT WGP atas kualitas pekerjaan ruas jalan tersebut. Ia menilai kondisi jalan yang masih tetap kuat setelah gempa menjadi salah satu bukti bahwa pekerjaan yang dilakukan memiliki kualitas yang baik.
“Terima kasih kepada PT WGP karena kerjanya berkualitas baik. Sehingga saat ini kualitas jalannya masih tetap aman,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Pekerjaan PT WGP, Andriyansen Patut, mengatakan pihaknya akan kembali turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekaligus perbaikan terhadap retakan halus yang terdapat pada sejumlah bagian jalan.
Ia menegaskan, perbaikan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pelaksana pekerjaan untuk memastikan kondisi ruas jalan tetap baik dan aman digunakan masyarakat.
“Tim PT WGP akan turun ke lokasi untuk melakukan servis retakan halus karena itu bagian dari tanggung jawab pelaksana,” katanya
Menurutnya, penanganan terhadap retakan tersebut akan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan pekerjaan sehingga kondisi jalan tetap terjaga setelah gempa bumi.
Ruas jalan Kisol-Mok-Paan Leleng merupakan salah satu proyek infrastruktur jalan yang dikerjakan PT WGP dengan menggunakan anggaran Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD). Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp12,2 miliar.






































