DAERAH

Camat Lamba Leda Utara Klarifikasi Polemik Bantuan Gempa, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pemda dan BNPB

×

Camat Lamba Leda Utara Klarifikasi Polemik Bantuan Gempa, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pemda dan BNPB

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman, memberikan klarifikasi terkait polemik distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Dalam klarifikasinya, Agus menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, khususnya kepada pihak terkait, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Agus menegaskan bahwa kondisi sebenarnya di lapangan tidak sepenuhnya seperti informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, informasi yang tidak utuh berpotensi merugikan BNPB, Deden, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, maupun masyarakat yang menjadi penerima manfaat bantuan gempa.

“Sesungguhnya peristiwa itu lebih banyak tidak seperti yang dibagikan oleh beberapa pihak yang sangat merugikan BNPB, Pak Deden sendiri, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, serta pihak penerima manfaat bantuan dari peristiwa gempa bumi ini,” ujarnya

Agus menjelaskan mekanisme distribusi bantuan dari pemerintah pusat. Menurut dia, bantuan dari pusat didistribusikan hingga tingkat kabupaten. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang menerbitkan berita acara dan meneruskan distribusi logistik ke kecamatan.

“Pendistribusian dari pusat hanya batasnya sampai di kabupaten. Kabupaten yang menerbitkan berita acara dan mendistribusikan logistiknya ke kecamatan,” jelasnya.

Ia membenarkan bahwa bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur memang dalam jumlah besar. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh bantuan sudah sampai ke setiap kecamatan dan desa.

Agus mengatakan, saat situasi yang menjadi polemik tersebut terjadi, bantuan yang baru masuk dan tercatat di tingkat Kecamatan Lamba Leda Utara hanya satu kendaraan pick up dan satu dump truck.

“Bantuan itu memang banyak untuk Kabupaten Manggarai Timur. Tetapi situasinya pada saat itu baru satu pikap yang masuk di kecamatan dan satu dump truck. Dan itu yang harus kami bagikan,” katanya.

Menurut Agus, keterlambatan distribusi bantuan ke wilayah tersebut lebih disebabkan persoalan transportasi. Bantuan yang telah tersedia di tingkat kabupaten membutuhkan proses pengangkutan dan pendistribusian lebih lanjut ke kecamatan maupun desa-desa terdampak.

Agus juga memberikan penjelasan mengenai pernyataan Deden yang sebelumnya menjadi bagian dari polemik di media sosial.

Menurut pemahamannya, ketika disebut bantuan sudah banyak masuk ke Manggarai Timur, hal tersebut merujuk pada keseluruhan bantuan yang telah tiba di Kabupaten Manggarai Timur, termasuk bantuan yang sudah berada di sejumlah kecamatan dan desa.

“Yang dimaksud Pak Deden adalah banyak bantuan yang ada di Manggarai Timur dan sudah di Kecamatan Lamba Leda Utara serta yang lainnya, tetapi sudah langsung tersebar di beberapa desa. Sedangkan yang masuk di kecamatan baru satu,” ungkapnya.

Ia menilai, persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan mekanisme distribusi dan kondisi transportasi di lapangan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Agus juga menyampaikan bahwa dirinya menyaksikan sendiri pada Rabu, 26 Agustus 2026, bantuan terus berdatangan ke Kabupaten Manggarai Timur untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak di 12 kecamatan.

“Saya sendiri saksikan pada hari ini bantuan banyak sekali mengalir dan untuk dibagikan kepada 12 kecamatan yang berada di Kabupaten Manggarai Timur,” ujarnya.

Selain memberikan klarifikasi mengenai distribusi bantuan, Agus juga menjelaskan perihal kedatangannya untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Ia mengaku sebelumnya telah dipanggil oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Timur pada Minggu lalu. Namun, saat itu dirinya belum dapat memenuhi panggilan tersebut karena kondisi batin yang belum tenang.

“Saya dipanggil oleh Bapak Sekda hari Minggu lalu. Waktu itu karena kondisi batin saya sedang tidak tenang, makanya saya belum bisa datang. Saya mohon maaf kepada Bapak Sekda karena saya tidak bermaksud membangkang,” katanya.

Agus menegaskan bahwa kedatangannya pada Rabu merupakan inisiatif sendiri. Ia membantah adanya tekanan dari pihak mana pun.

Ia mengatakan, dirinya sendiri yang mengatur jadwal kedatangan untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf.

“Saya sendiri yang mengatur jadwal dan saya tidak ditekan oleh siapa-siapa,” tegasnya.

Agus berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan penyebaran informasi di media sosial yang menurutnya telah melenceng dari kondisi sebenarnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak memperpanjang polemik, terutama di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana gempa bumi.

“Saya datang dengan inisiatif sendiri untuk memberikan klarifikasi dengan maksud menghentikan informasi media sosial yang tidak lebih banyak melenceng. Mari kita sama-sama membangun Manggarai Timur dari banyak sisi, lebih khusus pada situasi gempa seperti ini,” ajaknya.

Agus kembali menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, khususnya kepada Sekda dan pihak yang disebut dalam polemik tersebut, serta kepada Deden dan BNPB.

Ia menegaskan bahwa dirinya datang bersama istrinya dengan niat baik untuk memberikan penjelasan sekaligus menyelesaikan persoalan secara terbuka.

“Terima kasih. Saya tidak ditekan dan saya tidak datang sendiri. Saya membuat jadwal sendiri dan bersama istri datang dengan niat baik untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah, lebih khusus kepada Pak Deden dan BNPB,” pungkasnya.

<

MUKA LU.. TUKANG COPASS