MANGGARAI, AntarNews.net- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur, Elvis Jehama bersama warga Ndalir, Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur bersatu pulihkan trauma healing Pascagempa lewat aksi bakti sosial (Baksos) di mata air kali Wae Nggong.
Dalam kegiatan itu, Elvis Jehama hadir langsung di tengah warga. Selain memberikan pendampingan melalui trauma healing, kegiatan juga diisi dengan aksi sosial sebagai bentuk solidaritas dan gotong royong pascabencana.
Trauma healing menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat setelah bencana. Tidak hanya kerusakan fisik yang harus dipulihkan, kondisi psikologis warga juga membutuhkan perhatian, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang mengalami langsung guncangan gempa.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk kembali membangun rasa percaya diri, mengurangi rasa takut, serta memperkuat semangat untuk bangkit dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Elvis Jehama mengatakan, kegiatan trauma healing dan bakti sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, penanganan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan bantuan material, tetapi juga membutuhkan dukungan sosial dan psikologis agar masyarakat dapat melewati masa sulit dengan lebih kuat.
“Kita hadir bersama masyarakat bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk saling menguatkan. Pascagempa, masyarakat membutuhkan perhatian dan pendampingan agar tidak terus larut dalam rasa takut dan trauma,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Ndalir serta menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.
Selain melakukan bakti sosial, politisi Partai Nasdem itu juga menyalurkan bantuan paket sembako bagi kebutuhan ibu hamil dan bayi balita.
Sementara itu, masyarakat Ndalir menyambut positif kegiatan tersebut. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan trauma healing dan bakti sosial dinilai menjadi energi positif bagi warga dalam menghadapi situasi pascabencana.






































