DAERAH

Update Pascagempa M 7,7, Belasan Warga Manggarai Timur Meninggal Dunia, Sejumlah Fasilitas Rusak

×

Update Pascagempa M 7,7, Belasan Warga Manggarai Timur Meninggal Dunia, Sejumlah Fasilitas Rusak

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

BORONG, AntarNews.net- Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), terus mengalami perubahan seiring proses pendataan dan evakuasi di lapangan.

Jumlah korban meninggal dunia di Kabupaten Manggarai Timur dilaporkan mencapai 17 orang. Data tersebut merupakan pemutakhiran yang disampaikan BNPB hingga Sabtu sore.

Sebelumnya, data BNPB pada Sabtu siang masih mencatat lima korban meninggal dunia di Manggarai Timur. Perubahan angka tersebut menunjukkan proses identifikasi dan verifikasi korban masih berlangsung.

Korban Tersebar di Sejumlah Kecamatan

Berdasarkan laporan sementara Polres Manggarai Timur, korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Borong, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, dan Sambi Rampas.

Di Kecamatan Borong, satu korban dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa bangunan.

Sementara di Kecamatan Lamba Leda Utara, korban tersebar di beberapa desa. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia di Desa Liang Deruk, sedangkan lima korban lainnya berasal dari Desa Satar Kampas.

Korban dari Desa Satar Kampas masing-masing Abdul Rahman Usman (60), Erni Murniati Latifa (34), Akbar Maldiansyah (8), Rizki Rafaila (5), dan Umra (56).

Dua korban lainnya berasal dari Desa Golo Munga, yakni Kornelia Renil dari Golo Pau dan Yuliana Serima.

Sedangkan satu korban tercatat dari Desa Gorong Meni Utara, Kecamatan Lamba Leda. Dua korban lainnya berasal dari Kecamatan Lamba Leda Selatan dan tiga korban dari Kecamatan Sambi Rampas.

Identitas sejumlah korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh petugas.

Sejumlah Fasilitas Mengalami Kerusakan

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, tempat ibadah, kantor pemerintahan, hingga bangunan perbankan di Manggarai Timur.

Data BNPB mencatat 23 rumah warga di Manggarai Timur mengalami rusak berat dalam pendataan awal.

Laporan dari lapangan juga menyebut Puskesmas Waelengga mengalami kerusakan pada bagian gedung dan pagar. Gereja Paroki St. Yosep Kisol turut terdampak.

Jembatan Wae Mokel di Kelurahan Watu Nggene dilaporkan mengalami retak. Gedung Dinas Kehutanan Waelengga yang dihuni Servas Pencok juga mengalami kerusakan parah dengan estimasi kerugian sekitar Rp150 juta.

Kerusakan parah turut dilaporkan terjadi pada Gedung Bank BRI KCP Borong, Gedung Paroki St. Gregorius Borong, serta Bengkel Mobil Otobos di Wae Reca.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah tempat ibadah. Di wilayah hukum Polsek Lamba Leda Utara, tiga gereja dilaporkan terdampak. Gereja Paroki St. Petrus Paulus Dampek mengalami rusak berat, sedangkan Gereja St. Agustinus Weleng dan Gereja St. Yusup Benteng Jawa mengalami rusak ringan.

Sejumlah masjid dan mushola juga mengalami kerusakan, baik kategori berat maupun ringan.

Secara keseluruhan, berdasarkan laporan sementara Polres Manggarai Timur, terdapat 16 tempat ibadah yang mengalami kerusakan, terdiri atas delapan unit rusak berat dan delapan unit rusak ringan.

Gempa juga menyebabkan sejumlah rumah warga di Kecamatan Borong, terutama di wilayah Waelengga dan sekitarnya, mengalami kerusakan.

Beberapa rumah yang dilaporkan terdampak antara lain milik Paskalis Witak di Waelengga dengan estimasi kerugian Rp40 juta, Lius Ndejong di Sere, Kelurahan Tana Rata sekitar Rp50 juta, Yonas Bana sekitar Rp15 juta, serta rumah Yanto di Ngembu, Desa Komba, dengan estimasi kerugian Rp15 juta.

Rumah milik Kritus Nono, salah satu korban meninggal dunia, diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.

Di Kecamatan Lamba Leda Utara, kerusakan rumah dan bangunan pemerintah tersebar di sejumlah wilayah dengan tingkat kerusakan mulai ringan hingga berat.

Gempa juga berdampak pada akses transportasi. Ruas jalan Waelengga-Borong di kawasan Tekoteang dilaporkan tidak dapat dilalui akibat tertutup longsoran kayu dan batu besar.

Kondisi tersebut menambah tantangan bagi petugas yang melakukan pendataan, evakuasi, dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Posko Bencana Dipusatkan di BPBD

Penanganan bencana di Manggarai Timur dipusatkan melalui posko yang berada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur.

Petugas gabungan masih melakukan pendataan terhadap korban jiwa, korban luka, kerusakan rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, serta infrastruktur lainnya.

Data korban dan kerusakan masih bersifat sementara dan dinamis. Perbedaan angka dalam beberapa pembaruan sebelumnya terjadi karena proses identifikasi, verifikasi, dan validasi di lapangan masih berlangsung.

BNPB juga menegaskan bahwa data korban gempa masih dapat berubah seiring perkembangan proses penanganan bencana.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, tidak memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan, serta berhati-hati saat melintasi wilayah yang rawan longsor.

Hingga pembaruan terakhir, petugas bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi masyarakat dan memperbarui data dampak gempa.

<