MANGGARAI, AntarNews.net- Stasiun Geofisika Kupang memastikan bahwa informasi yang beredar luas di media sosial mengenai prediksi gempa bumi susulan besar yang disebut akan terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA adalah tidak benar atau hoaks.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menegaskan bahwa klaim tersebut sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah dan bukan merupakan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut Arief, hingga saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memprediksi gempa bumi secara tepat, baik mengenai waktu kejadian, lokasi, maupun kekuatannya.
“Informasi yang menyebut akan terjadi gempa besar pada tanggal dan jam tertentu tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. BMKG tidak pernah mengeluarkan peringatan seperti yang beredar di media sosial,” tegas Arief.
BMKG menjelaskan bahwa teknologi yang tersedia saat ini hanya mampu melakukan beberapa hal terkait aktivitas kegempaan, yaitu:
- Mendeteksi gempa setelah peristiwa tersebut terjadi;
- Menentukan parameter gempa, seperti magnitudo, kedalaman, dan lokasi episenter;
- Menganalisis potensi tsunami apabila gempa yang terjadi memenuhi syarat tertentu.
Karena itu, setiap klaim yang menyebutkan adanya kepastian prediksi gempa besar pada tanggal tertentu dipastikan tidak memiliki landasan ilmiah yang dapat dipercaya.
Imbauan Kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya, agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Masyarakat juga diminta untuk:
- Tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya atau berita bohong (hoaks);
- Meningkatkan literasi kebencanaan, sehingga lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial;
- Selalu memantau informasi resmi BMKG mengenai gempa bumi, tsunami, dan fenomena geofisika lainnya.
Gunakan Kanal Resmi BMKG
Untuk menghindari keresahan akibat informasi palsu, BMKG mengingatkan masyarakat agar hanya memperoleh informasi melalui kanal komunikasi resmi, yaitu:
- Situs web: www.bmkg.go.id
- Media sosial terverifikasi: @infoBMKG
- Aplikasi seluler: Info BMKG (tersedia di Play Store dan App Store)
BMKG menegaskan bahwa setiap informasi mengenai aktivitas gempa bumi dan potensi tsunami akan disampaikan secara cepat, akurat, dan melalui saluran resmi yang telah ditetapkan.



































