DAERAH

Pascagempa Bumi Guncang Flores, Ini Data Terbaru BNPBD Manggarai

×

Pascagempa Bumi Guncang Flores, Ini Data Terbaru BNPBD Manggarai

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908290

RUTENG, AntarNews.net- Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, terus didata oleh Pemerintah dan tim penanganan bencana Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan data yang diinput BNPBD Manggarai pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 12.00 WITA, tercatat sebanyak 24 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Selain korban meninggal dunia, data sementara mencatat 31 orang mengalami luka berat dan 88 orang mengalami luka ringan. Total warga yang mengalami luka mencapai 119 orang.

Sementara itu, sebanyak 4.289 jiwa tercatat mengungsi di sejumlah lokasi yang telah disiapkan sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga terdampak.

Sejumlah lokasi pengungsian tersebut berada di Barang Kolong, Golo Sita, Tengku Romot, RSUD Ruteng, RS St. Rafael Cancar, Halaman Kantor Camat Cibal, PKS Reo, PKS Pagal, Lapangan Bea Waja Pagal, Pesantren Reo, Bangka Jong, Tango Robo, dan Golo Woi.

2.081 Bangunan Rusak

Gempa Bumi juga menimbulkan kerusakan pada ribuan bangunan di sejumlah wilayah yang tersebar di Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 126 bangunan mengalami kerusakan ringan, 274 bangunan mengalami kerusakan sedang, dan 1.681 bangunan mengalami kerusakan berat.

Dengan demikian, total bangunan yang tercatat mengalami kerusakan mencapai 2.081 unit.

Kerusakan berat menjadi kategori terbanyak, dengan jumlah mencapai 1.681 bangunan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dampak gempa terhadap permukiman dan bangunan masyarakat.

Data korban, pengungsian, maupun kerusakan bangunan tersebut masih bersifat sementara. Jumlahnya berpotensi berubah seiring proses pendataan dan verifikasi yang terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Pemkab Manggarai bersama unsur terkait hingga kini masih melakukan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian.

Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

<