MANGGARAI, AntarNews.net- Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berlangsung meski gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Untuk memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan, sejumlah tenda darurat didirikan di area sekitar rumah sakit.
Pantauan di lokasi menunjukkan belasan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) mendirikan tenda darurat di ruas jalan depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ruteng.
Tenda tersebut disiapkan sebagai lokasi penanganan sementara bagi pasien yang sedang menjalani perawatan maupun pasien yang baru dievakuasi dari dalam gedung rumah sakit.
Di sisi timur rumah sakit, dua tenda milik Palang Merah Indonesia (PMI) juga telah berdiri dan mulai digunakan untuk merawat beberapa pasien. Tak jauh dari lokasi tersebut, personel Brimob Kompi II Batalion B turut mendirikan tenda darurat untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan medis.
Sementara itu, area parkir Alfamart di sisi utara RSUD Ruteng juga dialihfungsikan sebagai lokasi pelayanan darurat. Beberapa tenda tambahan didirikan di sepanjang jalan depan rumah sakit untuk menampung pasien dengan kondisi cedera berat serta pasien yang memerlukan observasi intensif.
Gempa bumi yang mengguncang Flores terjadi sekitar pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Guncangan kuat dirasakan di berbagai wilayah di Pulau Flores, termasuk Kabupaten Manggarai, sehingga memicu kepanikan warga dan mendorong evakuasi pasien ke area terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada data resmi dari instansi terkait mengenai jumlah korban jiwa maupun korban luka akibat gempa tersebut. Proses pendataan dan penanganan di sejumlah wilayah terdampak masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Bupati bersama Wakil Bupati Manggarai turun langsung meninjau kondisi RSUD Ruteng dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah situasi darurat. Keduanya didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai.
Komandan Kodim 1612/Manggarai dan Kapolres Manggarai juga terlihat berada di lokasi bersama personel TNI-Polri untuk membantu proses evakuasi pasien, pengamanan area rumah sakit, serta mendukung operasional layanan kesehatan darurat.
Pemerintah daerah bersama BPBD, Tagana, PMI, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan terus berkoordinasi guna memperkuat penanganan darurat pascagempa serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.




































