MANGGARAI, AntarNews.net- Pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Komodo Kabupaten Manggarai memperkuat pelayanan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak.
Selain mempercepat pemulihan jaringan distribusi air bersih yang mengalami kerusakan akibat gempa, PDAM Tirta Komodo juga memberikan relaksasi kepada pelanggan melalui penghapusan denda keterlambatan pembayaran rekening air selama masa tanggap darurat.
Kebijakan tersebut diambil untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar berupa air bersih tetap terpenuhi.
Direktur PDAM Tirta Komodo Kabupaten Manggarai Marselus Sudirman, menyebutkan membebaskan denda bagi para pelanggan rumah tangga yang belum membayar tagihan rekening air tepat waktu hingga masa tanggap darurat berakhir.
Kebijakan relaksasi pembayaran air ini sebut Marsel, diberlakukan selama masa tanggap darurat. Meskipun denda dihapuskan, pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan pokok penggunaan air.
“Semua denda keterlambatan pembayaran air dibebaskan. Dan ini berlaku untuk seluruh rekening pelanggan hingga masa tanggap darurat berakhir. PDAM hanya minta tagihan dasarnya saja”, tuturnya.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas publik, tetapi juga mengganggu infrastruktur yang menopang kebutuhan dasar masyarakat yang mengakibatkan broncaptering hingga pipa transmisi PDAM Manggarai rusak.
Direktur Marsel juga menyebut, akibat bencana gempa Flores pada, Sabtu 15 Agustus 2026 lalu, pendistribusian air minum bersih di Manggarai mengalami gangguan.
“Pada tanggal 15 Agustus 2026 pagi, setelah gempa, saya langsung kerahkan petugas kami mengecek kondisi broncaptering dan pipa transmisi dan kondisinya memang rusak”, jelasnya.
Sumber mata air Wae Ces, kelurahan Waso, sebutnya mengalami kerusakan berat pada broncaptering hingga jaringan perpipaan transmisi yang berdampak pada pendistribusian air minum bersih lumpuh total ke seluruh pelanggan. Sementara sumber mata air Wae Lerong, dan Wae Ri’i hanya mengalami kerusakan pada jaringan perpipaan.
Pascagempa, PDAM Tirta Komodo mempercepat pemulihan jaringan distribusi air bersih bagi warga terdampak gempa di ibukota kabupaten Manggarai hingga ke wilayah kecamatan Reok, sejak tanggal 15 hingga 16 Agustus 2026.
“Pemulihan ini bagain dari komitmen pelayanan PDAM terhadap pelanggan,” terangnya.
Selain melakukan perbaikan pada sejumlah titik sumber mata air di wilayah Langke Rembong, PDAM Tirta Komodo juga mendistribusikan air minum bersih ke sejumlah Posko tanggap darurat menggunakan mobil tangki selama masa tanggap darurat hingga ke wilayah kecamatan Reok.



































