MANGGARAI, AntarNews – Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai,Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapat pengakuan positif dari masyarakat setempat. Seorang warga, Margaretha Dinut mengaku produktivitas pertanian dan debit air di lingkungan tempat tinggalnya tidak terpengaruh dengan aktivitas PLTP Ulumbu.
Dinut mengaku,semenjak PLTP Ulumbu beroperasi pada tahun 2011 silam, lahan pertaniannya masih tetap tumbuh subur dan debit air berjalan normal. Bahkan ia tetap memanen hasil pertaniannya dengan baik dua kali setahun.
Baca Juga: GM PLN Uip Nusra Pastikan PLTP Mataloko Siap Masuk Tahap Drilling
Hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan lahan pertanian dan sumber mata air di sekitar kawah ulumbu yang tak tercemari.
“Semenjak PLTP Ulumbu beroperasi lahan pertanian kami masih subur dan sumber air kami tidak tercemar. Kami panen dua kali setahun, hasilnya memuaskan” ujar Dinut ditemui Wartawan, Kamis 30 Juli 2026 petang di lahan sawahnya.
Hal serupa diungkapkan Kanisius Patut, warga RT Lengkong, Desa Lungar,Kecamatan Satarmese bahwa keberadaan PLTP Ulumbu tidak berpengaruh negatif terhadap keberlangsungan hidup warga setempat.
Bahkan sejak lahir ia mengaku hidup berdampingan dengan kawah ulumbu, namun tak ada dampak yang ia rasakan, lebih khususnya keberlangsungan hidup warga ataupun lahan pertanian.
“Sejak lahir saya tinggal di sekitar kawah tetapi tidak ada dampak yang saya rasakan. Air tetap normal, pertanian tetap tumbuh subur” ujar Patut.
Tua Gendang Wewo, Hendrikus Ampak mengatakan pemanfaatan energi panas bumi ulumbu sejak tahun 2011 sampai saat ini tak hanya tentang teknologi dan pembangkit listrik melainkan juga tentang bagaimana masyarakat bisa hidup berdampingan dan saling menguntungkan dengan sumber energi ini.
Sebelum PLTP Ulumbu beroperasi, kata Ampak, telah dilakukan berbagai penelitian dari berbagai pihak terkait dampak lingkungan.
“Sudah banyak pihak yang datang melakukan penelitian di PLTP Ulumbu dan kami sebagai warga terbuka saat diwawancarai” kata Ampak.
Tak hanya itu, semenjak PLTP Ulumbu beroperasi pun banyak pihak yang datang melakukan survei setiap tahunnya, baik dari Kampus yang berpusat di NTT maupun luar NTT.
Ampak juga meminta berbagai pihak agar jangan menyebarkan informasi hoax terkait keberadaan PLTP Ulumbu yang tengah beroperasi saat ini.
“Saya minta kepada berbagai pihak agar jangan memberikan informasi yang tidak berimbang yang hanya mau menggagalkan pembangunan proyek geothermal, kami di Manggarai sudah 15 tahun menggunakan listrik dari sumber panas bumi Ulumbu dan tidak bermasalah,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut mengaku bahwa warga sekitar PLTP Ulumbu belum pernah mengalami kesulitan air bersih semenjak Ulumbu beroperasi.
Lantas ia pun mencontohkan keberadaan lokasi persawahan di dekat kawah ulumbu yang masih terbentang luas menghasilkan tanaman yang bagus, seperti cengkeh, kemiri, durian, cokelat dan tanaman lainnya.
Selain itu juga keberadaan PLTP Ulumbu banyak menyerap tenaga kerja lokal yang mana telah memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Wewo.
“Sudah banyak warga Desa Wewo yang bekerja di PLTP Ulumbu, sehingga manfaatnya kami rasakan betul” ngakunya.




































