MANGGARAI, AntarNews.net- Pakar geologi sekaligus anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Ir. Surono, mendorong pemanfaatan potensi energi panas bumi (geothermal) di Indonesia, untuk mendukung transisi energi bersih dan mewujudkan kemandirian energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Surono saat menjadi narasumber dalam podcast Retorika Show yang dipandu jurnalis senior dan mantan Pemimpin Redaksi Tempo, Bambang Harymurti, pada 7 September 2026.
“Masyarakat harus sadar karena panas bumi itu berkah yang harus dimanfaatkan potensinya,” ujar Surono dalam dialog tersebut.
Mantan Kepala Badan Geologi dan Kepala Pusat Vulkanologi yang akrab disapa Mbah Rono, sosok di balik penyelamatan ribuan nyawa saat erupsi Merapi 2010 Yogyakarta ini menyebutkan pengembangan sumber energi terbarukan menjadi semakin penting di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.
Soroti Potensi Geothermal NTT
Dalam dialog itu, Mbah Rono, sentil tentang keberadaan potensi geothermal di Nusa Tenggara Timur hingga dijuluki wilayah panas bumi.
Ia juga menyoroti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang getol menolak pengembangan potensi Panas Bumi.
“Ada satu wilayah di NTT panas bumi luar biasa, bahkan disebut pulau panas bumi, tetapi LSM disana boleh energi apapun asal jangan panas bumi, lu.. mau apa?, untung bukan zaman Soeharto”, ucap Mbah Rono.
Alasan penolakan itu sebutnya terkait lingkungan seperti tanah amblas, kurangnya debit air hingga gempa bumi.
“LSM itu selalu sebut panas bumi menimbulkan tanah ambles dan panas bumi menimbulkan gempa bumi, panas bumi ngurangi air. Hal itu tidak benar,” terangnya.
Menurut Mbah Rono, potensi panas bumi di Indonesia, sekitar 90 persen original vulkanik otomatis berada di suatu ketinggian, lereng dan hutan dengan sistem vulkanik aktif (jalur ring of fire).
Panas Bumi Tidak Bergantung Cuaca
Mba Rono juga mengungkapkan panas bumi bisa danfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
“Panas bumi blessed tidak bergantung cuaca, dapat beroperasi 24 jam sehari tanpa henti. Ada di Indonesia tidak impor. Itu adalah berkah bagi Indonesia harus dimanfaatkan dengan baik,” imbuhnya.
Pemanfaatan panas bumi di Indonesia, sebutnya menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai kemandirian energi sekaligus menghemat devisa negara karena sifatnya yang 100 persen lokal dan tidak bergantung pada komoditas impor.
“Kita baru manfaatkan energi panas bumi 24 Giga Watt, sama halnya baru manfaatkan 11 persen dari potensi panas bumi Indonesia dan ini bukan impor hemat devisa,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan, lingkungan itu harus dijaga karena system panas bumi itu ada imbuhan, ada air hujan masuk dan ada keluarnya.
Dalam industri pembangkit listrik tenaga panas bumi, siklus alami ini ditiru dengan cara mengeksploitasi fluida di zona keluaran (sumur produksi) lalu memasukkan kembali sisa airnya ke zona imbuhan buatan melalui sumur injeksi untuk menjaga tekanan reservoir.
Zona imbuhan, biasanya terletak di daerah yang lebih tinggi, seperti lereng gunung atau dataran tinggi yang memiliki banyak retakan batuan meresap ke dalam tanah masuk ke dalam sistem batuan bawah permukaan bergerak karena gaya gravitasi menuju batuan reservoir yang dalam.
Hal tersebut untuk menjaga pasokan air bawah tanah agar reservoir panas bumi tidak kering setelah uap atau air panasnya diambil melalui sumur produksi.
Pengeboran sumur panas bumi itu, jelas mbah Surono kedalamannya hingga 2 km untuk mencapai kantong uap atau air panas. Sementara air yang dipakai itu air tanah jauh sekali bukan air permukaan tanah.
“Informasi dan komunikasi dasarnya sebagai informasi luas You lose informasi, you lose komunikasi you lose everything,” tegasnya.
Ia juga membeberkan sejumlah tantangan dalam transisi energi, “seperti piso bermata dua, satu ketahanan kemandirian energi berikutnya masalah mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Hal ini kita harus disiplin”.
“Masyarakat harus di edukasi terkait panas bumi agar tidak salah paham seperti issu menimbulkan gempa dan kerusakan lingkungan,” tambahnya.





































