DAERAH

Bupati Hery Nabit Minta Program Desa Model TP PKK Tetap Berjalan Meski Anggaran Terbatas

×

Bupati Hery Nabit Minta Program Desa Model TP PKK Tetap Berjalan Meski Anggaran Terbatas

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI, AntarNews.net- Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, meminta agar pelaksanaan Program Desa Model Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tetap berjalan secara optimal meskipun pemerintah dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Hery Nabit saat menghadiri penandatanganan Naskah Komitmen Bersama Program Desa Model TP PKK yang berlangsung di Aula TP PKK Kabupaten Manggarai, Sabtu, 25/07/2026.

Dalam kesempatan itu, Bupati Hery Nabit memberikan apresiasi kepada 11 kepala desa, satu lurah, para camat, serta pengurus TP PKK tingkat desa hingga kecamatan yang telah menunjukkan komitmen untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut.

“Saya senang para kepala desa, lurah, camat, juga ketua TP PKK dari tingkat desa hingga kecamatan terus berusaha menjalankan program pemberdayaan di masyarakat, salah satunya adalah program dari TP PKK,” ujarnya

Menurutnya, Program Desa Model TP PKK merupakan salah satu upaya penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan TP PKK.

Namun demikian, Hery Nabit mengakui bahwa pelaksanaan berbagai program pemerintah saat ini menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, dampak dari keterbatasan fiskal tersebut membuat sejumlah program yang sebelumnya telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.

Kondisi ini juga dirasakan oleh pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun menghentikan program-program pembangunan yang telah direncanakan.

“Kita ini ada dalam satu situasi yang agak berbeda seperti efisiensi mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga tingkat desa/kelurahan tentu mengalami situasi yang berbeda ini. Tetapi apapun kekurangan itu pemerintahan ini harus tetap berjalan baik itu pelayanan publik maupun tuntutan kerja yang sedikit lebih dari sebelumnya,” katanya.

Bupati Hery Nabit juga mengajak seluruh aparatur pemerintahan, mulai dari camat, kepala desa, lurah hingga jajaran TP PKK, untuk tetap menunjukkan semangat pengabdian dalam melayani masyarakat.

Menurutnya, kondisi yang penuh keterbatasan justru membutuhkan kerelaan, keikhlasan, serta kerja sama yang kuat agar berbagai program pembangunan tetap dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Di tengah situasi seperti sekarang ini, kita harus bekerja dengan penuh kerelaan dan keikhlasan. Keterbatasan yang ada jangan sampai mengurangi semangat kita dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Herybertus juga berharap komitmen yang telah ditandatangani bersama tidak berhenti sebagai dokumen seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di desa dan kelurahan.

Ia optimistis keterlibatan aktif para camat, kepala desa, lurah, serta TP PKK di semua tingkatan akan mampu menjadikan Program Desa Model TP PKK sebagai motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mendorong terwujudnya keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan meskipun berada di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah.

<