NASIONAL

Wamen PANRB: Pegawai Teladan Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Budaya Kerja Unggul

×

Wamen PANRB: Pegawai Teladan Harus Jadi Penggerak Perubahan dan Budaya Kerja Unggul

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, AntarNews – Predikat pegawai teladan bukan sekadar bentuk apresiasi atas kinerja individu, melainkan membawa tanggung jawab untuk menjadi inspirasi dan penggerak perubahan di lingkungan kerja. Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto menegaskan, keteladanan pegawai harus mampu menularkan semangat integritas, profesionalisme, kolaborasi, dan inovasi.

“Sering kali kita menganggap keteladanan lahir dari jabatan. Padahal, keteladanan justru lahir dari kebiasaan. Dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari integritas yang tetap dijaga, meskipun tidak ada yang melihat,” ujar Wamen Purwadi saat memberikan arahannya pada Seleksi Tahap Akhir Calon Pegawai Teladan Kementerian PANRB Tahun 2026, di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Purwadi, pemilihan pegawai teladan tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi untuk menentukan pegawai terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya keteladanan agar nilai-nilai organisasi dapat diwujudkan dalam perilaku dan keseharian seluruh pegawai.

Ia juga mengapresiasi kepada 36 calon pegawai teladan yang telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi. Para kandidat diharapkan tidak hanya berkompetisi untuk meraih predikat terbaik, tetapi juga mampu menjadi insan yang menginspirasi serta terus membawa semangat perbaikan, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

Wamen Purwadi mengingatkan bahwa Kementerian PANRB memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak Reformasi Birokrasi di Indonesia. Dengan besarnya harapan publik, Kementerian PANRB dituntut mampu menjadi contoh, rujukan, sekaligus teladan bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

“Kita tidak bisa mengajak instansi lain berlari cepat apabila kita sendiri belum mampu menunjukkan kinerja terbaik untuk instansi kita sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Purwadi juga menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, keteladanan harus dijadikan sebagai budaya dan bukan sekadar kompetisi. Para calon Pegawai Teladan diharapkan dapat menularkan semangat integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai BerAKHLAK, sekaligus menjadi mentor serta katalisator perubahan di unit kerja masing-masing, terlepas dari siapa yang nantinya terpilih sebagai pemenang.

Kedua, seluruh pegawai didorong untuk terus berinovasi dalam menghadapi dinamika dan tantangan yang terus berkembang. Menurutnya, organisasi yang lincah lahir dari individu-individu yang terus belajar, berani mencoba pendekatan baru, dan tidak berhenti memperbaiki diri.

Ketiga, Purwadi berpesan kepada tim penilai agar menjaga integritas, profesionalisme, dan objektivitas selama proses seleksi. Penilaian diharapkan dilakukan secara cermat dengan menggali potensi terbaik dari setiap kandidat sehingga hasil seleksi benar-benar menghadirkan representasi pegawai terbaik Kementerian PANRB.

Wamen Purwadi juga berharap siapa pun yang terpilih sebagai pegawai teladan tidak berhenti sebagai penerima penghargaan semata. Pegawai teladan harus mampu menjadi sosok yang menggerakkan perubahan, membangun budaya kerja positif, serta menginspirasi rekan-rekan di lingkungan kerjanya.

“Penghargaan merupakan sebuah pengakuan. Namun, lebih dari itu, yang akan terus dikenang adalah keteladanan yang tinggalkan, budaya kerja yang sudah dibangun, dan dampak yang saudara berikan bagi organisasi,” pungkasnya

<