BALI, AntarNews.net- Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi membuka 980 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi di Indonesia.
Kegiatan berlangsung di SPPG 3T Klungkung Nusa Penida Kutampi Banjar Ponjok, Jalan Buyuk-Kutampi, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu, 14/10/2026.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pemenuhan
gizi bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia
Indonesia.
Wakil Kepala BGN, Arumsari menegaskan kehadiran ratusan dapur SPPG ini sebagai upaya
pemenuhan gizi yang merupakan bagian penting dari agenda pembangunan nasional.
“Pembukaan 980 dapur SPPG secara serentak di 16 provinsi dengan sasaran 1,4 juta penerima manfaat merupakan langkah nyata untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi,” ujarnya
Menurutnya, pembangunan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas harus dilakukan secara merata tanpa membedakan kondisi geografis maupun tingkat perkembangan suatu daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa upaya membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi,” tegasnya.
Sebanyak 980 dapur SPPG yang dibuka secara serentak tersebut tersebar di 16 provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Bali, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Riau, Jambi, dan Lampung.
Perluasan jaringan dapur SPPG ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses makanan bergizi bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
BGN memberikan perhatian khusus terhadap daerah 3T dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi karena masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, serta tantangan distribusi bahan pangan menjadi sejumlah faktor yang memerlukan pendekatan pelayanan secara lebih dekat dan terintegrasi.
Melalui kehadiran dapur SPPG, pemerintah berupaya memastikan masyarakat di wilayah tersebut memperoleh akses pemenuhan gizi yang lebih baik dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing.
Selain memberikan manfaat bagi penerima layanan, keberadaan dapur SPPG juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah dan membuka lapangan pekerjaan. Pelibatan petani, peternak, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemasok pangan lokal dapat memperkuat rantai pasok dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dengan demikian, program pemenuhan gizi diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap
peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi
lokal.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan secara berkelanjutan.
“BGN akan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan setiap SPPG beroperasi sesuai standar yang ditetapkan. Kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta keberlanjutan pelayanan menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan program,”ungkapnya.
Pembukaan 980 dapur SPPG di 16 provinsi dengan sasaran 1,4 juta penerima manfaat menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperluas akses pemenuhan gizi di Indonesia.
Semangat pemerataan ini mencerminkan tekad bahwa pembangunan bangsa harus berjalan
seiring dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Dari dapur-dapur pelayanan gizi, harapan untuk Indonesia yang lebih sehat terus dibangun. Sebab, mewujudkan generasi unggul bukan sekadar cita-cita, melainkan investasi bersama
untuk masa depan bangsa dan Indonesia yang semakin kuat,” tutup Arumsari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Klungkung,Perwakilan Polres Klungkung,Perwakilan Kodim Klungkung,KPPG Denpasar,Korwil,SPPI dan Tamu undangan lainnya.






































