MANGGARAI, AntarNews.net- Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat sebanyak 202 entri penerimaan bantuan dari berbagai pihak untuk masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Ratusan entri bantuan tersebut menjadi bukti nyata tingginya solidaritas dan kepedulian berbagai elemen bangsa terhadap masyarakat Manggarai yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana.
Bantuan yang diterima berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta, organisasi sosial, komunitas pendidikan, hingga masyarakat secara perorangan.
Berdasarkan daftar penerimaan bantuan Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai, sebanyak 202 entri bantuan tersebut tercatat selama periode 15 Agustus hingga 27 September 2026.
Jumlah tersebut merupakan catatan penerimaan bantuan, bukan jumlah keseluruhan donatur, mengingat sejumlah lembaga tercatat menyalurkan bantuan lebih dari satu kali.
Salah satu lembaga yang berulang kali memberikan bantuan adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain BNPB, dukungan juga datang dari Komisi IX DPR RI, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Keterlibatan berbagai lembaga pemerintah pusat tersebut menunjukkan adanya perhatian dan dukungan dalam mempercepat penanganan dampak bencana di Kabupaten Manggarai.
Solidaritas terhadap masyarakat terdampak gempa Manggarai juga ditunjukkan oleh sejumlah pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam daftar penerimaan bantuan, tercatat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, dan Sumatera Barat.
Selain itu, bantuan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bangli, Kabupaten Alor, Pemerintah Kota Kupang, serta Pemerintah Kota Padang.
Dukungan lintas daerah tersebut menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam membantu masyarakat Manggarai menghadapi situasi darurat sekaligus memasuki tahapan pemulihan pascabencana.
Tidak hanya pemerintah, kalangan dunia usaha juga turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Sejumlah perusahaan yang tercatat memberikan bantuan antara lain Pupuk Kalimantan Timur, Pertamina, Astra, PT Mitra Pinas Stikom Mulia atau Nasional Motor, Flores Indo, PT Tri Putra Agro Persada, PT Indo Global Indonesia, serta Meratus Foundation.
Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa juga datang dari organisasi sosial dan kemasyarakatan.
Sejumlah organisasi yang tercatat dalam daftar penerimaan bantuan antara lain Yayasan Peduli Flores, Yayasan Mahakaruna Wijaya Darma, Tekad Manggarai, Paguyuban Tionghoa Cabang Kupang, serta Persaida Darma Indonesia Kabupaten Manggarai.
Selain organisasi sosial, komunitas pendidikan turut menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana.
Bantuan dari kalangan pendidikan di antaranya berasal dari peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin dan BEM Telkom University.
Tidak sedikit pula masyarakat secara perorangan yang ikut memberikan bantuan sebagai bentuk solidaritas kepada warga terdampak gempa.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana kemanusiaan.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan rumah, maupun masih membutuhkan dukungan selama masa pemulihan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian serta bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi.
Secara khusus, Bupati Manggarai, Herybertus Gerardus Laju Nabit, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas bantuan sebesar Rp20 miliar yang telah diterima pemerintah daerah.
Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai, Bupati Hery Nabit menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan dampak gempa bumi.
“Bantuan Presiden RI tersebut akan digunakan untuk beberapa keperluan dan kebutuhan mendesak,” kata Hery Nabit.
Penggunaannya mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi, pemberian santunan kepada korban, pembukaan kembali akses wilayah yang terisolasi akibat longsor, serta dukungan terhadap penataan lokasi pembangunan Rumah Sakit Lapangan.
Pemerintah daerah terus berupaya memastikan penanganan dampak bencana dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain memenuhi kebutuhan mendesak, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, dunia usaha, organisasi sosial, serta berbagai elemen masyarakat untuk mendukung proses pemulihan.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, atas besarnya perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi.
Fabianus menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan selama masa penanganan bencana.
Menurutnya, dukungan dari berbagai unsur menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah daerah menangani dampak gempa, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat hingga mendukung proses pemulihan wilayah terdampak.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, komunitas, dan masyarakat diharapkan terus terjalin agar berbagai kebutuhan warga dapat ditangani secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap semangat kebersamaan dan kepedulian yang telah terbangun selama masa tanggap darurat dapat terus dipertahankan dalam tahapan pemulihan pascabencana.
Pasalnya, pemulihan wilayah terdampak gempa tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran dan bantuan logistik, tetapi juga kerja sama berkelanjutan dari berbagai pihak.
Solidaritas yang ditunjukkan melalui 202 entri penerimaan bantuan tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong dalam membantu masyarakat Manggarai menghadapi dampak bencana.
Pemkab Manggarai berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar proses pemulihan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat terdampak.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan masyarakat Manggarai dapat segera bangkit, kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, serta membangun kehidupan yang lebih baik setelah bencana gempa bumi.
Solidaritas dan gotong royong menjadi kekuatan bersama dalam perjalanan pemulihan Kabupaten Manggarai pascagempa 15 Agustus 2026.






































