DAERAH

Marak Keluhan Penarikan Motor di Manggarai, Aksi Oknum yang Mengatasnamakan Penagihan Disorot

×

Marak Keluhan Penarikan Motor di Manggarai, Aksi Oknum yang Mengatasnamakan Penagihan Disorot

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

MANGGARAI, AntarNews.net- Keluhan masyarakat terkait maraknya aksi penarikan sepeda motor oleh oknum yang mengatasnamakan pihak penagihan atau debt collector belakangan ini menjadi sorotan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah warga mengaku didatangi bahkan diintimidasi oleh orang yang mengaku sebagai petugas penagihan untuk mengambil kendaraan yang masih dalam pembiayaan.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Facebook. Dalam beberapa unggahan, warga menceritakan pengalaman didatangi orang tak dikenal yang mengaku berasal dari perusahaan pembiayaan dan meminta kendaraan diserahkan karena menunggak cicilan.

Salah satu unggahan yang menarik perhatian datang dari seorang pemilik rumah kos di Ruteng. Ia mengaku salah satu penghuni kosnya didatangi sejumlah orang yang mengaku sebagai petugas penagihan.

Menurut pengakuannya, kedatangan mereka menimbulkan rasa takut karena dinilai bernuansa intimidasi.
Unggahan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet.

Tidak sedikit yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa, sementara lainnya meminta masyarakat lebih berhati-hati dan memastikan identitas orang yang mengaku sebagai petugas penagihan.

Bahkan, menurut pengakuan dari beberapa Mahasiswa Unika Ruteng, penagih yang saat ini sedang viral di Facebook itu sering kali berada di area sekitaran kampus.

“Mereka selalu pantau semua motor yang parkir di kampus,” katanya.

Praktik penarikan kendaraan oleh pihak penagihan sendiri harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Perusahaan pembiayaan wajib menjalankan proses penagihan secara profesional dan tidak boleh menggunakan cara-cara yang mengandung ancaman, kekerasan, ataupun intimidasi.

Petugas penagihan juga harus dilengkapi identitas, surat tugas, serta dokumen pendukung yang sah.

Kini masyarakat hanya berharap kepada pihak Polres Manggarai untuk segera bertindak secepatnya agar modus-modus penipuan seperti ini tidak terjadi lagi di wilayah Manggarai.

 

<