MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Festival Lembah Sanpio 2026 resmi dilaunching sebagai rangkaian perayaan yang akan digelar pada 4–8 September 2026 di lapangan sepak bola Seminari Pius XII Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.
Festival tahun ini mengusung tema “Berziarah bersama Bunda Maria dalam pengharapan Insan Muda Berpendidikan Unggul, Berkarakter Kristiani dan Bersaksi dalam Kasih”.
Ketua Panitia Festival Lembah Sanpio 2026 dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh alumni yang kembali ke almamater tempat mereka ditempa.
“Selamat datang kembali ke tempat jati diri dibentuk, tempat integritas ditanam, tempat doa menjadi kekuatan paripurna, dan tempat hati selalu damai dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Festival Lembah Sanpio Bunda Maria Segala Bangsa tahun 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga dan dipersembahkan untuk menghormati Maria Bunda Segala Bangsa yang telah dipilih sebagai pelindung Kabupaten Manggarai Timur.
Menurutnya, festival tahun ini memiliki sejumlah kekhasan yang membedakannya dari pelaksanaan sebelumnya. Festival ini disebut sebagai festival kultural karena bertujuan memperkenalkan budaya Manggarai Timur sebagai budaya lokal yang mampu berdialog dengan budaya lain.
Selain itu, festival ini juga merupakan festival wisata religi yang mengangkat kekatolikan sebagai spiritualitas khas Flores dan Manggarai Raya yang inklusif.
Festival ini juga disebut sebagai festival ekonomi kreatif (ekraf) karena mendorong pelaku UMKM lokal di lingkungan paroki untuk berkembang menuju kemandirian dan kesetaraan ekonomi.
Sementara itu, penyebutan Festival Sanpio dimaknai sebagai selebrasi iman yang bersifat edukatif, yang mempersatukan para seminaris, alumni, keluarga, dan umat dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-71 Seminari Pius XII Kisol.
“Festival Lembah Sanpio tidak lahir begitu saja, tetapi lahir dari doa banyak orang, dari pengabdian para imam, ketulusan para guru dan karyawan, dari kesetiaan para alumni, dari dukungan pemerintah daerah, dan dari cinta masyarakat kepada Seminari Pius XII Kisol,” katanya.
Bupati Manggarai Timur melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Winsesius Tala menyampaikan bahwa Festival Lembah Sanpio bukan sekadar rangkaian acara seremonial, melainkan sebuah ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
“Festival ini adalah perjumpaan antara iman dan budaya, perjumpaan antara Gereja, pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan para alumni yang dipersatukan oleh kecintaan kepada almamater,” ujar Winsesius.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memandang Seminari Pius XII Kisol bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi sebagai salah satu mata air yang selama puluhan tahun mengalirkan nilai-nilai iman, integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Kita semua menyadari bahwa membangun daerah ini tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, atau gedung yang megah. Pembangunan yang paling menentukan adalah pembangunan manusianya, sebab dari manusialah lahir gagasan, pengabdian, kepemimpinan, dan masa depan sebuah daerah,” tegasnya.
Karena itu, lanjut Winsesius, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur meyakini bahwa Gereja, keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah merupakan empat pilar yang harus terus berjalan beriringan.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Demikian pula Gereja tidak dapat berjalan sendiri. Ketika pemerintah menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, Gereja membangun moral dan spiritualitas, keluarga menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan sekolah membentuk ilmu pengetahuan serta karakter. Maka sesungguhnya kita sedang menyiapkan generasi Manggarai Timur yang unggul secara intelektual, kuat dalam iman, kokoh dalam karakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Festival Lembah Sanpio Maria Bunda Segala Bangsa memiliki makna yang jauh melampaui sebuah perayaan tahunan.
“Festival ini menjadi ruang perjumpaan, ruang kolaborasi, sekaligus ruang untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam membangun manusia seutuhnya,” ujarnya.
Pada akhir sambutannya, Winsesius Tala menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memberikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk mendukung penyelenggaraan Festival Lembah Sanpio 2026.
Sementara itu, Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hornat, menegaskan bahwa Festival Lembah Sanpio 2026 secara khusus memberikan perhatian pada aspek edukatif sebagai bagian penting dari pembinaan generasi muda.
“Kita tidak hanya merayakan iman di altar, tetapi juga mengasah akal budi di ruang-ruang belajar melalui lomba literasi, numerasi, pameran buku, hingga karya inovasi siswa. Kita ingin menegaskan bahwa Gereja mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter Kristiani yang kokoh, jujur, dan berintegritas,” kata Mgr. Siprianus.
Peluncuran Festival Lembah Sanpio 2026 menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan menuju perayaan besar yang diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi antara Gereja, pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, para alumni, dan masyarakat Manggarai Timur dalam membangun generasi unggul yang berakar pada iman, budaya, dan semangat pelayanan.



































