MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Ratusan rumah dan fasilitas umum di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengalami rusak parah pascagempa bumi yang berkekuatan M 7,7 guncang pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15/8/2026, pagi.
Bahkan, akibat gempa bumi tersebut banyak bangunan yang roboh hingga rata tanah.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh media AntarNews.net, Senin (17 /8/2026), selain bangunan yang rusak dan roboh terdapat juga korban yang meninggal dunia akibat tertimpa runtuhan bangunan.
Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, mengatakan bahwa, korban data sementara di Lamba Leda Utara korban meninggal dunia 14 orang.
“12 orangnya asli Lamba Leda Utara. Sementara 1 orang dari Lamba Leda dan 1 orang lainnya dari Manggarai yang meninggalnya di sini,” katanya.
“Data korban luka-luka berjumlah 128 orang dan jumlah pengungsi di Desa Satar Padut dan Satar kampas berjumlah 5974,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, untuk data sementara kerusakan rumah di Lamba Leda Utara yang paling banyak ada di dua Desa, Desa Satar Padut dan Satar Kampas. Sedangkan yang lainnya di Desa Satar Punda dan Haju Wangi.
Karena jumlah pengungsi sangat banyak, maka dibangun dua Posko yaitu di Damer sebagai Posko utama, dan satu Posko lagi dibangun di Satar Kampas.
Masyarakat korban gempa juga membangun posko mandiri yang tersebar di beberapa desa di wilayah Lamba Leda Utara.
“Untuk saat ini, masyarakat Lamba Leda Utara masih banyak butuh bantuan logistik,” ucapnya.






































