BORONG, AntarNews.net- Ratusan warga Tambak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, terpaksa bermalam di tenda pengungsian yang didirikan di halaman SDI Golo Cigir setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).
Sedikitnya 214 jiwa mengungsi di lokasi tersebut karena khawatir kembali ke rumah masing-masing yang mengalami kerusakan maupun retak akibat guncangan gempa. Selain itu, gempa susulan yang masih terjadi membuat warga memilih bertahan di area yang dianggap lebih aman.
Tenda pengungsian mulai dipadati warga sejak Sabtu siang hingga malam. Anak-anak, perempuan, dan lansia terlihat berada di lokasi dengan membawa perlengkapan seadanya, sementara sebagian warga memilih tidur di atas tikar dan selimut darurat.
Salah seorang warga, Andri Saje mengatakan bahwa, pengungsian ini dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan dan potensi sunami mengingat Tambak dekat dengan laut.
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di laut sekitar timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dirasakan kuat di berbagai wilayah Flores, termasuk Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, hingga Manggarai Barat. Guncangan menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan memicu pengungsian di sejumlah titik.
Hingga berita ini diturunkan, 214 jiwa masih bertahan di tenda pengungsian SDI Golo Cigir, sementara pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum di wilayah Borong terus dilakukan oleh petugas gabungan.





































