MANGGARAI, AntarNews.net- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) Kabupaten Manggarai merilis data sementara dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data sementara yang diterima Posko Bencana BNPBD Kabupaten Manggarai, gempa tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, 1 orang mengalami patah kaki, dan 8 orang mengalami luka ringan.
Korban yang mengalami patah kaki diketahui bernama Helmina Linda, sementara proses pendataan terhadap korban dan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan pemerintah, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan rumah warga.
BNPBD mencatat 7 unit gedung pemerintah mengalami kerusakan berat, termasuk Kantor Bupati Manggarai, serta 1 unit mengalami kerusakan sedang.
Di sektor pendidikan, Gedung Utama Barat Kampus Unika St. Paulus Ruteng dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah dinding tembok sisi barat bangunan roboh akibat kuatnya guncangan gempa.
Sementara itu, pada sektor rumah ibadah, Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot mengalami kerusakan berat. Plafon gereja dilaporkan roboh dan menutupi sebagian besar ruangan gereja.
Kerusakan serupa juga terjadi di Kapela St. Pius Nanga, Paroki Pagal, di mana dinding tembok bangunan serta tembok penahan di bagian depan dan belakang kapela roboh.
Untuk permukiman warga, BNPBD mencatat sedikitnya 33 unit rumah terdampak, dengan rincian 16 unit rusak berat, 8 unit rusak sedang, dan 9 unit rusak ringan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama BNPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan berbagai unsur terkait saat ini masih melakukan evakuasi, asesmen kerusakan, serta penanganan darurat di sejumlah wilayah terdampak.
BNPBD Kabupaten Manggarai menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan jumlah korban maupun kerusakan berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berlangsung di lapangan.






































