DAERAH

Perkuat Gerakan PKK dari Desa, TP PKK Manggarai Bekali Fasilitator dengan Kompetensi

×

Perkuat Gerakan PKK dari Desa, TP PKK Manggarai Bekali Fasilitator dengan Kompetensi

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

MANGGARAI, AntarNews.net– Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai terus mendorong penguatan gerakan pemberdayaan masyarakat dari tingkat desa melalui peningkatan kapasitas fasilitator Program Desa Model.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kader dan fasilitator PKK agar mampu menjalankan program pemberdayaan keluarga secara lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Melalui peningkatan kompetensi tersebut, para fasilitator diharapkan tidak hanya memahami tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga mampu menerjemahkan berbagai program PKK menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Program Desa Model menjadi salah satu pendekatan strategis dalam memperkuat pelaksanaan sepuluh program pokok PKK, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan berbasis keluarga.

Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Marcelina Meldyanti Hagur-Nabit, memiliki peran penting dalam mengarahkan gerakan PKK agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperkuat pemberdayaan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.

Penguatan kapasitas fasilitator diharapkan dapat mendukung upaya tersebut, sehingga pelaksanaan Program Desa Model tidak hanya berfokus pada kegiatan administratif, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Keberadaan fasilitator yang kompeten menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan gerakan PKK di tingkat desa.

Fasilitator diharapkan mampu menjadi penghubung antara program pemberdayaan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai kegiatan.

Untuk menjalankan peran tersebut, fasilitator membutuhkan kemampuan komunikasi, koordinasi, pendampingan, serta pemahaman terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Kompetensi ini diperlukan agar setiap program yang dijalankan dapat disesuaikan dengan persoalan dan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

Selain itu, fasilitator diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa keberhasilan pembangunan keluarga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menentukan kebutuhan, menyusun prioritas, dan terlibat dalam pelaksanaan program.

Program Desa Model diharapkan menjadi sarana untuk mengoptimalkan pelaksanaan sepuluh program pokok PKK secara terpadu.

Berbagai kegiatan pemberdayaan dapat diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan keluarga, kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, serta penguatan ekonomi rumah tangga.

Melalui program ini, desa dan kelurahan diharapkan mampu mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Keberadaan fasilitator yang memiliki kompetensi memadai menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, berjalan dengan baik.

Program Desa Model juga diharapkan dapat melahirkan inovasi dan praktik pemberdayaan yang dapat menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Manggarai.

Dengan demikian, manfaat program tidak hanya terbatas pada wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi berpotensi diperluas melalui penerapan kegiatan serupa di daerah lain.

Penguatan gerakan PKK dari desa membutuhkan kolaborasi antara pengurus PKK di berbagai tingkatan, pemerintah desa, kader, serta masyarakat.

Koordinasi yang baik menjadi faktor penting agar kegiatan pemberdayaan dapat berjalan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

Dalam pelaksanaannya, fasilitator diharapkan mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama untuk mendukung keberhasilan program.

Pendampingan yang berkelanjutan juga diperlukan agar kegiatan pemberdayaan tidak berhenti setelah program selesai dilaksanakan.

Melalui penguatan kapasitas fasilitator, TP PKK Manggarai diharapkan mampu membangun pola pendampingan yang lebih sistematis dan berorientasi pada hasil.

Selain itu, evaluasi secara berkala menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan program serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat.

Upaya memperkuat kompetensi fasilitator diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya gerakan PKK yang semakin aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan fasilitator yang memiliki kemampuan memadai, berbagai program pemberdayaan keluarga dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Gerakan PKK juga diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.

 

<