MANGGARAI, AntarNews.net- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdinandus Ampur, menggagas inovasi GITA KELOLA ALSINTAN (Strategi Tata Kelola Alat dan Mesin Pertanian) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di Kabupaten Manggarai.
Inovasi ini merupakan bagian dari Laporan Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XX yang telah memperoleh persetujuan untuk dipresentasikan dan dievaluasi dalam seminar laporan proyek perubahan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, bulan November Minggu depan.
Persetujuan tersebut menandai bahwa laporan proyek perubahan telah memenuhi persyaratan untuk memasuki tahapan seminar sebagai bagian dari proses penilaian pelatihan kepemimpinan.
GITA KELOLA ALSINTAN dirancang untuk menjawab berbagai kendala dalam pengelolaan Alsintan, terutama pada aspek pendataan, pemeliharaan, monitoring, pelaporan, koordinasi, dan pengawasan.
Berdasarkan kondisi awal, dari 30 unit Alsintan yang terdata, sebanyak 14 unit mengalami rusak berat, satu unit rusak ringan, dan hanya 15 unit dalam kondisi baik.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sistem pengelolaan yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan responsif untuk memastikan ketersediaan serta pemanfaatan Alsintan secara optimal dalam mendukung produktivitas pertanian.
Melalui inovasi ini, tata kelola Alsintan ditransformasi dari pola konvensional dan reaktif menuju sistem digital yang proaktif, transparan, akuntabel, dan berbasis data.
Pengembangan GITA KELOLA ALSINTAN tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem informasi digital, tetapi juga mencakup penguatan regulasi, standar operasional prosedur (SOP), kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor.
Kemitraan tersebut melibatkan pemerintah daerah, pengawas Alsintan, Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), bengkel, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya.
Keberhasilan inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas monitoring dan pengawasan, mempercepat pelaporan serta tindak lanjut kerusakan, meningkatkan akurasi data, sekaligus mendukung pengambilan keputusan dan penganggaran berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Pelaksanaan proyek perubahan dirancang secara bertahap. Pada jangka pendek, program difokuskan pada penguatan regulasi, SOP, pembentukan tim pengelola, dan pengembangan kemitraan.
Pada jangka menengah, kegiatan diarahkan pada pembangunan dashboard, uji coba sistem, serta peningkatan kapasitas pengguna.
Sementara itu, pada jangka panjang, inovasi akan dikembangkan melalui penyempurnaan sistem, integrasi dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) daerah, serta replikasi untuk memperluas manfaatnya.
Dalam pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XX, Ferdinandus Ampur juga menghadapi situasi kedaruratan akibat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai.
Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta memberikan dampak langsung terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Situasi ini menuntut kehadiran nyata aparatur pemerintah untuk segera merespons kebutuhan masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan manajerial, Ferdinandus Ampur mengambil langkah proaktif dengan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi riil di lokasi bencana.
Kegiatan tersebut mencakup peninjauan posko pengungsian, pendataan kerusakan fasilitas umum dan permukiman warga, serta koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perangkat daerah terkait.
Kehadiran aparatur pemerintah di tengah masyarakat bertujuan memastikan distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pemenuhan kebutuhan pokok bagi warga terdampak dapat berlangsung secara tepat sasaran dan berkeadilan.
Dalam seminar laporan proyek perubahan, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, bertindak sebagai penguji, Dr. Ir. Ketut Rusmulyani, sebagai coach, dan Dra. Fransiska N. Ngarung, CGCAE., sebagai mentor.
Seminar tersebut menjadi tahapan evaluasi untuk memaparkan substansi inovasi, strategi implementasi, serta rencana keberlanjutan program GITA KELOLA ALSINTAN.
Dengan dukungan komitmen pimpinan, kolaborasi lintas sektor, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta keberlanjutan regulasi dan anggaran, GITA KELOLA ALSINTAN diharapkan menjadi fondasi transformasi tata kelola Alsintan yang efektif, efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Inovasi ini sekaligus menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanian serta mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Manggarai.



































