Antarnews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-kabupaten Manggarai di Aula Efata Ruteng, Selasa 11 Agustus 2026 petang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi NTT sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Johan, Sekretaris DPW PAN Provinsi NTT, Marthen Lenggu, Ketua Korda Manggarai Raya, Jimur Siena Katrina, dan Ketua DPD PAN Kabupaten Manggarai, Yosef Hasmi beserta anggota DPD dan relawan.
Turut hadir Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, Ketua KPU Kabupaten Manggarai, Rikardus Jemy Pentor beserta jajaran, Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai, Fortunatus Hamzah Manah beserta jajaran dan unsur perwakilan TNI Polri dari Kodim 1612 Manggarai dan Polres Manggarai.
Sebelum kegiatan dimulai, rombongan tamu disambut dengan penampilan Drumband dari SMAK Setia Bakti Ruteng.
Penyambutan kemudian dilanjutkan dengan tarian “Tiba Meka” yang dibawakan Sanggar Wela Songke SMAK Setia Bakti Ruteng, serta prosesi adat kapu dan pengalungan selendang.
Kegiatan Rakerda dan pelantikan pengurus DPC itu mengusung tema “Bantu Rakyat”, diikuti sekitar 550 peserta yang terdiri dari pengurus DPW, DPD, DPC, pengurus ranting, kader, dan relawan PAN.
Ketua DPD PAN Kabupaten Manggarai, Yosef Hasmi dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dalam Rakerda.
Yosef menilai kehadiran kader dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan tanggung jawab terhadap partai masih terpelihara dengan baik.
Menurut Yosef, Rakerda tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi politik, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui sekaligus merancang arah perjuangan PAN Kabupaten Manggarai ke depan.
Yosef kemudian memberi analogi perjuangan politik seperti pertandingan sepak bola. Baginya, sepak bola bukan sekadar permainan, tetapi cermin perjuangan hidup yang membutuhkan semangat untuk meraih kemenangan, kerja sama, dan sikap saling mendukung antar anggota tim.
Ia menjelaskan, daya tarik sepak bola lahir dari energi perjuangan untuk meraih kemenangan sekaligus kebesaran jiwa dalam menerima kekalahan.
Hal yang sama, kata dia, berlaku dalam kehidupan politik, karena tidak ada kemenangan yang berlangsung selamanya dan tidak ada kekalahan yang bersifat permanen.
“Baik pemenang maupun pecundang, baik yang menang maupun yang kalah, keduanya adalah para pejuang,” ujar anggota DPRD Kabupaten Manggarai itu.
Menurutnya, tim yang pernah meraih kemenangan pada masa lalu belum tentu kembali menjadi pemenang pada kompetisi berikutnya. Sebaliknya, mereka yang mengalami kekalahan masih memiliki peluang untuk bangkit dan menjadi kekuatan baru.
Karena itu, Yosef mengajak seluruh kader PAN untuk tidak cepat berpuas diri ketika meraih keberhasilan dan tidak menyerah ketika mengalami kegagalan.
“Setiap kekurangan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi dan memperkuat kerja sama” ungkap Yosef.
“Tidak ada kemenangan yang abadi, dan tidak ada kekalahan yang permanen. Selama waktu masih berjalan, perubahan selalu mungkin terjadi jika kita mau belajar dari setiap kekurangan, memperbaiki strategi, memperkuat kerja sama tim, dan membakar semangat pantang menyerah” ungkapnya lagi.
Yosef optimistis dengan semangat tersebut, PAN Kabupaten Manggarai dapat bangkit dan menjadi kekuatan politik yang lebih baik pada kompetisi politik mendatang.
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja maupun strategi politik, tetapi juga oleh nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi perjuangan.
Menurutnya, program kerja dapat berubah mengikuti perkembangan zaman dan strategi politik dapat disesuaikan dengan dinamika yang terjadi.
Lebih lanjut, sebagai pedoman bersama menuju Pemilu 2029, Yosef mengajak seluruh kader PAN Kabupaten Manggarai menegakkan lima pilar perjuangan. Pilar pertama, soliditas dan kerapian konsolidasi internal, dengan memperkuat basis hingga tingkat akar rumput serta merapikan struktur organisasi sampai jenjang ranting untuk menjaga keutuhan tim.
Pilar kedua, keberpihakan nyata kepada rakyat, dengan memastikan setiap gerakan politik partai memberikan dampak langsung dan menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat Manggarai.
Pilar ketiga, kaderisasi dan kepemimpinan inklusif, melalui keterbukaan bagi generasi muda, tokoh masyarakat, serta kelompok perempuan untuk terlibat dan berjuang bersama dalam organisasi.
Pilar keempat, inovasi dan adaptasi strategi politik, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan pola komunikasi terkini agar partai mampu menjangkau serta merangkul generasi pemilih baru.
Pilar kelima, integritas dan komitmen moral, dengan menjunjung tinggi etika politik, menjaga nama baik partai, serta memelihara kepercayaan masyarakat sebagai fondasi untuk meraih kemenangan yang bermartabat.
Melalui penerapan lima pilar perjuangan tersebut, DPD PAN Kabupaten Manggarai di bawah kepemimpinan Yosef Hasmi optimistis dapat bertransformasi menjadi kekuatan politik yang semakin solid, responsif, dan mampu bangkit menghadapi Pemilu 2029.
“Oleh karena itu, kiranya saya mengajak seluruh kader PAN Kabupaten Manggarai untuk membangun lima pilar perjuangan yang harus menjadi pedoman kita bersama menuju Pemilu 2029,” tutup Yosef dalam sambutannya.



































