MANGGARAI, AntarNews.net– Sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Manggarai mulai melaksanakan sosialisasi Program Pengembangan Kawasan Kopi dan Rehabilitasi Kopi Tahun 2026 sebagai langkah awal persiapan implementasi program di tingkat lapangan.
Tujuh kecamatan yang menjadi calon penerima program tersebut meliputi Kecamatan Langke Rembong, Wae Ri’i, Lelak, Satarmese, Satarmese Utara, Ruteng, dan Cibal.

Kegiatan sosialisasi digelar secara bertahap di masing-masing wilayah mulai 28 hingga 30 April 2026.
Pelaksanaan sosialisasi ini ditujukan untuk menjangkau langsung para calon penerima manfaat di tiap kecamatan, sekaligus memastikan kesiapan seluruh pihak sebelum program dijalankan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari gabungan kelompok tani (Gapoktan), kelompok tani, kepala desa dan lurah, penyuluh serta pendamping pertanian, hingga pelaku usaha kopi.
Selain memberikan pemahaman terkait tujuan dan mekanisme program, sosialisasi juga menjadi ruang dialog untuk menghimpun masukan dari masyarakat.
Aspirasi tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Manggarai, Livinus Vitalis Liven Turuk, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat komoditas unggulan berbasis potensi lokal.
“Melalui sosialisasi ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan program benar-benar partisipatif. Masukan dari petani, pemerintah desa, hingga pelaku usaha sangat penting agar program ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kawasan kopi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas, tata kelola, serta penguatan rantai nilai komoditas kopi di Kabupaten Manggarai.
Program Pengembangan Kawasan Kopi dan Rehabilitasi Kopi Tahun 2026 diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi Manggarai, sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah desa, penyuluh, dan pelaku usaha agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.




























