MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Penyelenggaraan Expo Pendidikan V Kabupaten Manggarai Timur menjadi jawaban atas terbatasnya ruang ekspresi bagi siswa di daerah tersebut.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi lahir dari refleksi panjang atas kebutuhan nyata dunia pendidikan, khususnya bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, Winsensius Tala, menegaskan bahwa expo ini berangkat dari kegelisahan karena minimnya panggung bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan mereka.
“Anak-anak kita jarang diberi panggung. Dari refleksi itu, kami turun langsung ke desa-desa, ke kecamatan, sampai ke forum K3S untuk mendengar kebutuhan guru dan siswa,” ungkapnya saat konferensi pers pembukaan Expo Pendidikan V di Lapangan Fernandez Borong, Selasa, 28/4/2026.
Menurutnya, proses tersebut melibatkan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah hingga masyarakat. Dari hasil pertemuan itu, lahirlah sebuah gerakan bersama untuk menghadirkan ruang ekspresi yang lebih luas bagi siswa.
“Dari situ lahirlah gerakan. Maka kita membuat Expo Pendidikan ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa expo ini merupakan panggung besar bagi siswa untuk membangun kepercayaan diri dan mengembangkan mimpi mereka.
Kesempatan tampil di depan publik dinilai mampu membuka peluang lebih luas bagi masa depan peserta didik.
“Ini panggung besar bagi anak-anak kita. Sekali mereka tampil, kepercayaan diri mereka tumbuh, dan banyak yang kemudian mendapat kesempatan tampil di tempat lain,” katanya.
Tak hanya bagi siswa, expo juga dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan bagi guru dan kepala sekolah.
Berbagai lomba inovasi pendidikan menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami menyiapkan guru-guru untuk ikut ajang yang diselenggarakan pihak luar. Setiap tahun kita bisa meraih juara, dan itu dipersiapkan dari sini,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa sektor pendidikan di Manggarai Timur masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Namun kondisi tersebut justru menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja bersama.
“Setiap tantangan harus kita jawab dengan solusi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Expo Pendidikan V, Marsel Enggu, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan literasi serta penguatan identitas budaya lokal.
“Expo ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi kreatif bagi peserta didik serta wadah untuk memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah dalam inovasi pendidikan,” jelasnya.
Expo Pendidikan V Manggarai Timur digelar selama empat hari, mulai 28 April hingga 1 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari jenjang TK/PAUD, SD hingga SMP yang merupakan perwakilan dari 12 kecamatan.
Beragam cabang lomba dipertandingkan, di antaranya bertutur bahasa Indonesia, debat, vokal grup dan solo, tari kreasi, sepak bola mini, hingga kreasi musik tradisional.
Selain itu, terdapat pula lomba inovasi bagi guru dan kepala sekolah serta lomba stand terbaik.
Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas, dalam sambutannya menegaskan bahwa expo ini menjadi ruang strategis yang memadukan pendidikan, budaya, dan kewirausahaan.
“Pendidikan yang kuat akan menjaga budaya tetap hidup, sekaligus mewujudkan generasi Manggarai Timur yang cerdas dan unggul,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga akar budaya dalam proses pendidikan agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis pendidikan.
Dengan demikian, Expo Pendidikan tidak hanya berdampak pada dunia pendidikan, tetapi juga memberi kontribusi bagi penguatan ekonomi masyarakat lokal.***


























