DAERAH

PLN UIP Nusra Perkuat Sektor Pertanian melalui Program Electrifying Agriculture di Desa Lungar

×

PLN UIP Nusra Perkuat Sektor Pertanian melalui Program Electrifying Agriculture di Desa Lungar

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI, AntarNews.net- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture di Desa Lungar, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggara, NTT.

Program ini menjadi salah satu upaya PLN Uip Nusra dalam menghadirkan pemanfaatan energi listrik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.

Melalui program tersebut, PLN Uip Nusra menghadirkan solusi kelistrikan yang mendukung berbagai aktivitas pertanian, terutama dalam penyediaan air untuk lahan pertanian melalui penggunaan pompa air berbasis listrik.

Kehadiran teknologi ini membantu petani mengelola lahan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan metode konvensional yang sebelumnya digunakan.

Petani Desa Lungar mengaku merasakan manfaat besar sejak memanfaatkan layanan Electrifying Agriculture.

Selain memudahkan pekerjaan, penggunaan peralatan berbasis listrik juga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan para petani.

Salah seorang petani Gendang Mesir, Desa Lungar, Emiliana Timan, mengatakan program tersebut telah membantu meningkatkan hasil pertanian sekaligus pendapatan masyarakat.

Berbagai komoditas yang dibudidayakan, seperti cabai, wortel, buncis, dan sawi putih, kini mampu menghasilkan panen yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Dengan sistem elektrik ini pekerjaan menjadi lebih mudah dan hasil yang diperoleh juga berbeda jauh dibandingkan sebelumnya. Dampaknya, pendapatan kami semakin meningkat,” ujar Emiliana.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Lungar, lanjut Emiliana, hasil panen lewat program ini juga telah dipasarkan ke berbagai wilayah lain, termasuk Pasar Puni di Ruteng. Di samping itu, hasil pertanian diserap oleh pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Emiliana menjelaskan bahwa sebelum adanya program tersebut, keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani.

Proses penyiraman lahan masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih besar.

“Sekarang air tidak susah lagi karena telah dibangun infrastrukturnya oleh PLN UIP Nusra. Sebelumnya kami harus menyiram secara manual, sekarang tinggal menghidupkan pompa air dan sistem pengairan bisa berjalan lebih mudah,” ungkapnya.

Program Electrifying Agriculture PT PLN (Persero) UIP Nusra merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu.

Melalui pemanfaatan energi listrik untuk mendukung sektor pertanian, PLN mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan juga mampu menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Program Electrifying Agriculture telah memberikan dampak positif berupa peningkatan hasil panen dan pendapatan petani. Kami berharap program ini dapat terus berkembang, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PT PLN (Persero) UIP Nusra akan terus mendorong program-program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan pembangunan ketenagalistrikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Program Electrifying Agriculture merupakan salah satu bentuk komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi listrik yang produktif.

Selain meningkatkan efisiensi usaha tani, program ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah Manggarai dan sekitarnya.

 

</p