Reok, AntarNews – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Pelatihan Operator Combine Harvester dan Panen Simbolis menggunakan mesin panen modern Combine Harvester di Kampung Nio, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok. Kegiatan ini menandai babak baru bagi sektor pertanian di Kabupaten Manggarai dengan penggunaan alat panen modern untuk pertama kalinya guna meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdinandus Ampur, SH, M.Hum, dalam laporannya menyampaikan bahwa penggunaan Combine Harvester merupakan langkah strategis untuk mengatasi tingginya biaya produksi.

Berdasarkan kajian teknis di wilayah Reok Barat, biaya panen manual secara tradisional untuk satu hektar sawah bisa mencapai Rp15 juta dengan kebutuhan tenaga kerja minimal 20 orang selama berhari-hari.
“Dengan menggunakan Combine Harvester, biaya operasional panen dapat ditekan secara drastis hingga ke angka Rp3,5 juta per hektar. Ini merupakan penghematan yang sangat luar biasa, mencapai 70% dari biaya panen saja,” jelas Ferdinandus Ampur dalam sambutannya.
Beliau menambahkan bahwa efisiensi ini secara otomatis akan meningkatkan produktivitas karena keuntungan petani menjadi lebih besar meskipun hasil panen tetap atau meningkat.
Selain agenda panen simbolis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan operator Combine Harvester bagi masyarakat lokal. Alat pertanian ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian tahun 2025.
Ferdinandus menegaskan bahwa pihak penyedia alat diwajibkan oleh kementerian untuk memberikan pelatihan teknis agar alat tersebut dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh tenaga kerja lokal, yang sebagian besar berasal dari Kecamatan Reok.
“Penyedia alat-alat panen ini diwajibkan oleh Kementerian Pertanian untuk memberikan pelatihan sampai alat itu bisa dioperasionalkan oleh orang lokal. Jadi dari perusahaan telah hadir teman-teman kita tim teknisi untuk memberikan pelatihan ini” tegasnya.
Hadir dalam acara tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lamber Paput, S.Sos., para pimpinan perangkat daerah, unsur Forkopincam Kecamatan Reok, tim teknisi penyedia alat, serta kelompok tani setempat.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berkomitmen untuk terus mendorong kawasan-kawasan potensial agar beralih ke mekanisasi pertanian guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi di sektor agraria.(MC Kabupaten Manggarai)















